|
Menu Close Menu

Ning Lia Perkenalkan Konsep “SENI” Politik untuk Generasi Muda Golkar Jatim

Minggu, 26 April 2026 | 17.36 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menerima pemateri dalam acara DPD Partai Golkar Jatim di Surabaya. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya – Suasana berbeda terlihat dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Bidang Kaderisasi dan Pemuda DPD Partai Golkar Jawa Timur beberapa waktu lalu. Di tengah nuansa kuning khas Partai Golkar, kehadiran Senator RI Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia menarik perhatian, bukan hanya karena penampilannya yang serasi dengan kerudung kuning cerah, tetapi juga karena gagasan politik segar yang ia bawa.


Dalam forum tersebut, Ning Lia memperkenalkan konsep “SENI” sebagai pendekatan politik yang lebih dekat dengan generasi muda, khususnya Milenial dan Gen Z. Gagasan ini sukses menciptakan suasana diskusi yang lebih cair, inspiratif, dan mudah diterima peserta.


Anggota DPR RI Fathoni bahkan menyebut penyampaian Ning Lia sebagai “tausiyah politik kekinian” karena mampu menghadirkan perspektif baru bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan sarana membangun masyarakat yang berkeadaban.


Menurut Ning Lia, generasi muda saat ini cenderung menjauh dari politik yang terlalu formal dan kaku. Karena itu, politik harus dikemas lebih kreatif, strategis, dan berbasis nilai.


Konsep SENI yang ia tawarkan meliputi:

S – Strategy (Strategi):

Pesan politik harus disampaikan secara sistematis, kreatif, dan mampu membangun persepsi positif publik, terutama di era media sosial.

E – Equity (Keadilan):

Setiap kebijakan harus berlandaskan keadilan tanpa diskriminasi, sehingga masyarakat merasa terlindungi dan diayomi.

N – Nation (Bangsa):

Politik harus kembali pada tujuan utamanya, yaitu mengabdi kepada bangsa dan menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

I – Integrity (Integritas):

Integritas menjadi fondasi utama dalam berpolitik, dengan menjaga keselarasan antara ucapan dan tindakan.

“Generasi muda hari ini adalah Syubbanul Yaum Rijalul Ghod—pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Politik tidak boleh kaku; harus ada sentuhan seni agar pesan bisa menyentuh hati,” ujar Ning Lia.


Kehadiran Ning Lia dinilai memberi semangat baru bagi kader muda Golkar Jawa Timur. Panitia kegiatan, Aan Ainur Rofiq, menyebut konsep tersebut sangat relevan untuk menjawab tantangan politik modern.


“Kami ingin membangun strategi politik yang lebih inklusif. Pendekatan naratif dan berbasis nilai seperti yang disampaikan Ning Lia menjadi langkah penting untuk merangkul Milenial dan Gen Z yang lebih akrab dengan dunia digital,” jelas Aan.


Melalui gagasan “SENI”, Golkar Jawa Timur dinilai mulai mendorong perubahan pendekatan politik yang tidak hanya mengandalkan kekuatan struktural, tetapi juga mengedepankan ide, kreativitas, dan integritas.


Kolaborasi antara pengalaman politisi senior dan inspirasi tokoh muda seperti Ning Lia diharapkan mampu menghadirkan wajah politik yang lebih adaptif, humanis, dan relevan bagi generasi masa depan. (Red) 

Bagikan:

Komentar