|
Menu Close Menu

Protes Pemberitaan Tempo, Kader NasDem Bojonegoro Sampaikan Aspirasi Secara Damai

Rabu, 15 April 2026 | 16.08 WIB

Aksi kader Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Bojonegoro – Forum kader Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro menggelar aksi damai di Kantor DPD NasDem di Jalan Dewi Sartika, Rabu (15/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi kader terkait pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan perspektif yang berimbang.


Dalam suasana tertib, para kader menyampaikan pandangan mereka terhadap narasi pemberitaan yang dianggap kurang proporsional, khususnya terkait sosok Ketua Umum NasDem, Surya Paloh. Selain itu, isu yang berkembang mengenai wacana penggabungan partai juga menjadi perhatian dan respons dari kader di daerah.


Aksi yang diikuti puluhan peserta tersebut diisi dengan orasi secara bergantian serta penyampaian tuntutan melalui poster. Para kader berharap aspirasi mereka dapat diteruskan secara berjenjang hingga ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta.


Koordinator aksi, Totok, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kader dalam menjaga marwah dan kehormatan organisasi.


“Kami ingin memastikan bahwa kehormatan Ketua Umum kami tetap terjaga,” ujarnya di sela aksi.


Sebagai bentuk tindak lanjut, perwakilan peserta menyerahkan pernyataan sikap kepada Ketua DPD NasDem Bojonegoro untuk dikawal ke tingkat yang lebih tinggi. Para kader juga berharap adanya ruang klarifikasi agar persoalan ini dapat diselesaikan secara konstruktif.


Ketua DPD Partai NasDem Bojonegoro, Soehadi Moeljono, menegaskan komitmennya untuk menyalurkan aspirasi tersebut ke tingkat pusat.


“Kami seluruh kader NasDem di Kabupaten Bojonegoro tetap solid. Aspirasi ini akan kami kawal hingga ke DPP,” ungkapnya.


Dalam pernyataan sikapnya, kader NasDem Bojonegoro menekankan pentingnya menjaga etika jurnalistik, mendorong adanya klarifikasi terbuka, serta mengajak penyelesaian melalui mekanisme yang berlaku, termasuk melalui Dewan Pers.


Aksi ini mencerminkan dinamika demokrasi yang sehat, di mana ruang penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan tertib. Diharapkan, dialog yang terbuka dapat menjadi jalan tengah dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan penghormatan terhadap semua pihak. (Red) 

Bagikan:

Komentar