|
Menu Close Menu

Senator perempuan mudah Lia Istifhama Apresiasi Inovasi Literasi Disperpusip Jatim, dari Jambulen hingga Titik Baca Digital

Kamis, 30 April 2026 | 17.33 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama memberikan apresiasi atas berbagai terobosan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses literasi bagi masyarakat. Beragam inovasi yang dihadirkan dinilai menjadi langkah konkret dalam mendekatkan budaya baca sekaligus memperkuat transformasi layanan perpustakaan di era digital.


Menurut Lia, inovasi literasi yang diluncurkan Disperpusip Jatim menunjukkan bahwa perpustakaan kini tidak lagi dipahami sekadar sebagai ruang penyimpanan buku, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, ruang kreativitas, dan sarana penguatan kualitas sumber daya manusia.


“Literasi hari ini tidak cukup hanya menghadirkan buku di rak perpustakaan. Literasi harus hadir di tengah masyarakat, mudah diakses, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Saya melihat Disperpusip Jatim sudah bergerak ke arah itu,” ujar Lia.


Ia menyoroti sejumlah program unggulan, seperti Jambulen (Jemput Bahan Pustaka Online) yang memudahkan masyarakat meminjam dan mengembalikan buku secara digital, Gitarku Smart sebagai aplikasi layanan koleksi digital, serta Halo Lib yang menghadirkan layanan referensi berbasis teknologi.


Tak hanya itu, program Darling (Perpustakaan Keliling) dan Mobil Lestari juga dinilai sebagai inovasi yang efektif dalam menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Sementara kehadiran Titik Baca Digital di lebih dari seribu lokasi publik disebut menjadi lompatan besar dalam memperluas akses membaca lintas kalangan.


Lia juga mengapresiasi inovasi E-Waras (Wisata Arsip Terintegrasi) yang menghadirkan edukasi sejarah dan budaya Jawa Timur melalui media digital yang interaktif, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arsip sebagai memori kolektif bangsa.


Menurutnya, kombinasi layanan digital, perpustakaan inklusi sosial, dan pendekatan berbasis masyarakat menjadikan inovasi Disperpusip Jatim layak menjadi model pengembangan literasi daerah di tingkat nasional.


“Ketika buku, arsip, dan pengetahuan bisa dihadirkan lebih dekat kepada masyarakat, maka kita sedang menyiapkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan berdaya saing,” tegasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar