![]() |
| Kunjungan Komisi IV DPR RI ke Sentra Tani di Wagir Kabupaten Malang.(Dok/Istimewa). |
Rombongan dipimpin anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, bersama Direktur Jenderal Hortikultura Muhammad Taufiq Ratule dan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Heru Suseno. Mereka meninjau langsung aktivitas Kelompok Tani Subur 1 sekaligus berdialog dengan petani untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan di lapangan.
Dalam dialog tersebut, Rahmat Saleh menegaskan pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung target swasembada bawang putih. Ia mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia masih mengandalkan impor untuk sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih, sementara produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 10 persen.
Menurutnya, kemandirian di sektor hulu, khususnya penyediaan bibit unggul, menjadi kunci utama peningkatan produksi nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi dalam negeri.
“Kita ingin ke depan Indonesia mampu swasembada bawang putih. Salah satu kuncinya adalah memastikan ketersediaan bibit unggul yang mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dari target pengembangan lahan bawang putih nasional seluas sekitar 100 ribu hektare, saat ini baru sekitar 2.500 hektare yang mendapatkan dukungan subsidi bibit. Kondisi ini menjadi perhatian serius untuk segera ditingkatkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Desa Sumbersuko dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra pengembangan hortikultura. Untuk itu, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana pertanian, seperti pembangunan jalan usaha tani, bantuan pupuk, hingga kepastian harga hasil panen guna menjaga stabilitas pendapatan petani.
Selain bawang putih, kawasan ini juga dikenal memiliki komoditas unggulan lain seperti bawang merah, kopi, lobak, dan jeruk. Para petani pun mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian modern guna meningkatkan efisiensi produksi serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.
Perwakilan Kelompok Tani Subur 1 menyampaikan bahwa saat ini Desa Sumbersuko tengah mengembangkan budidaya bawang putih di lahan seluas sekitar 6 hektare. Mereka berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar produktivitas meningkat dan kesejahteraan petani semakin terangkat.
Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional, khususnya untuk komoditas bawang putih yang strategis. (Den)


Komentar