|
Menu Close Menu

Trah Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih Jawa-Madura Perkuat Silaturahim Lewat Pertemuan Rutin di Probolinggo

Minggu, 26 April 2026 | 17.27 WIB

Kegiatan Rutin Pertemuan dzurriyah (keturunan) Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih dari berbagai wilayah Jawa dan Madura di Probolinggo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Probolinggo — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Desa Asembakor, Kabupaten Probolinggo, saat ratusan dzurriyah (keturunan) Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih dari berbagai wilayah Jawa dan Madura berkumpul dalam agenda silaturahim rutin caturwulanan, Sabtu (26/4/2026).


Pertemuan keluarga besar ini menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan, menjaga sanad keturunan, serta memperkuat warisan nilai-nilai keislaman dan ajaran leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Sebagai tuan rumah, sejumlah tokoh keluarga hadir menyambut para peserta, di antaranya KHM Zainullah, KHM Hamsun selaku Petinggi Desa Asembakor, KH Arief Rahman Hakim sebagai Pengasuh Nurul Abror, KH Subhan Mawardi selaku Pengawas Nurul Abror, serta KH Abdus Sattar.


Desa Asembakor sendiri memiliki sejarah kuat dengan Bani Abdul Qidam, di mana kepemimpinan desa secara turun-temurun diamanahkan kepada garis keluarga tersebut.


Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah tokoh keluarga besar dari berbagai daerah, seperti KH Suhdi Minhaji dari Sumenep, Firman Syah Ali dari Surabaya, KH Ahmad Yasid dari Jember, KH Ahmad Zaini dari Bondowoso, KH Abdul Mughits dari Mlokorejo Jember, KH Imdad Fahmi dari Jenggawah Jember, KH Ahmad Syah dari Torjun Sampang, serta KH M Husni dari Kebunagung Kraksaan.


Kehadiran para tokoh tersebut semakin memperkuat nilai persatuan dalam menjaga kesinambungan hubungan antargenerasi.


Momen haru mewarnai acara saat panitia memberikan penghargaan kepada para sesepuh keluarga, termasuk seorang Nyai berusia 90 tahun yang tetap hadir dengan penuh semangat.


Kehadiran anggota keluarga yang tengah sakit maupun menggunakan tongkat juga menjadi simbol kuat bahwa menjaga silaturahim dan menyambung sanad keluarga merupakan amanah yang dijaga sepenuh hati.


Dalam kesempatan tersebut, KH Muhammad Hasyim Wafir dari Kaseyan, Puger, Jember, menekankan pentingnya dokumentasi silsilah keluarga secara sistematis.


Ia mengusulkan agar susunan nasab keluarga besar Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih disusun secara rapi dalam format digital seperti PDF, sehingga dapat lebih mudah diakses oleh generasi muda melalui media koordinasi keluarga.


Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus menjaga keaslian genealogi keluarga besar.


Selain memperkuat hubungan kekeluargaan, pertemuan ini juga diharapkan menjadi ruang ta’aruf bagi generasi muda dzurriyah Abdul Qidam Arsojih, khususnya pemuda-pemudi yang belum menikah.


Harapannya, ikatan kekeluargaan tidak hanya terjaga melalui silaturahim, tetapi juga dapat diperkuat melalui hubungan keluarga yang semakin dekat.


Firman Syah Ali, yang hadir sebagai Sub Batuampar, Arsojih, dan Rabah, menegaskan pentingnya menjaga kekompakan Trah Walisongo di Madura melalui pertemuan rutin semacam ini.


“Kegiatan caturwulanan ini merupakan bagian dari ikhtiar Trah Walisongo di Madura untuk selalu solid, kompak, dan menjaga silaturahim. Pertama, agar terjadi internalisasi ajaran Walisongo. Kedua, agar keaslian genealogi Trah Walisongo tidak dirusak pihak luar. Ketiga, agar Bani Walisongo senantiasa memperoleh pahala silaturahim dan keberkahan besar,” ujarnya.


Menurutnya, Trah Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih sebagai salah satu cabang dari Bani Walisongo memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga persatuan, nilai spiritual, dan warisan sejarah keluarga.


Sebagai penutup, panitia menyampaikan bahwa pertemuan rutin caturwulan berikutnya direncanakan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.


Agenda berkelanjutan ini diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat ukhuwah keluarga besar, menjaga sejarah keturunan, serta menanamkan nilai luhur kepada generasi penerus. Dengan semangat kebersamaan tersebut, Trah Bhuju’ Abdul Qidam Arsojih terus menunjukkan komitmen kuat dalam merawat warisan leluhur dan memperkokoh persaudaraan lintas generasi. (Red) 

Bagikan:

Komentar