|
Menu Close Menu

Willy Aditya Soroti Pentingnya Narasi Kolektif Politik, Tanggapi Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo

Selasa, 14 April 2026 | 10.57 WIB

Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya. (Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Jakarta – Anggota DPR RI, Willy Aditya, menekankan pentingnya membangun narasi kolektif dalam praktik politik nasional. Menurutnya, tanpa narasi yang jelas, upaya membangun kerja sama politik yang independen akan sulit diwujudkan secara optimal.


Ia menyebut, selama ini kekuatan politik kerap berjalan tanpa arah narasi yang terstruktur. Padahal, narasi kolektif diperlukan untuk mendorong proses political engineering yang sehat, tetap menjaga independensi, serta berlandaskan objektivitas bersama.


“Yang mempersatukan kita seharusnya adalah objektif, bukan sekadar kepentingan jangka pendek,” ujarnya.


Dalam kesempatan yang sama, Willy juga menanggapi pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menilai, pertemuan tersebut merupakan hal yang wajar mengingat keduanya memiliki hubungan persahabatan yang telah lama terjalin.


Menurutnya, komunikasi yang terbangun antara dua tokoh tersebut justru mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik. Ia bahkan mengungkapkan bahwa diskusi antara keduanya pernah berlangsung cukup panjang dan mendalam.


“Ketika Pak Prabowo datang ke Gondangdia, diskusi bisa berlangsung hingga enam jam, membahas berbagai hal secara setara. Itu menunjukkan ruang dialog yang sangat produktif,” jelasnya.


Willy menilai, interaksi semacam itu justru memberikan ruang bagi para pihak di lapisan berikutnya untuk menerjemahkan gagasan menjadi kerja sama politik yang konkret dan konstruktif.


Lebih lanjut, ia mengkritisi berkembangnya narasi publik yang cenderung memandang pertemuan tokoh politik dengan sudut pandang negatif. Menurutnya, cara pandang tersebut perlu diubah dengan mengedepankan imajinasi berbangsa yang lebih progresif.


“Jangan selalu dibayangkan konflik atau ketegangan. Kita perlu membangun imajinasi berepublik yang sehat,” tegasnya.


Ia juga menyinggung pengalaman masa lalu ketika Surya Paloh bersama Taufiq Kiemas menggagas silaturahmi kebangsaan antara PDI Perjuangan dan Golkar yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.


Menurut Willy, inisiatif tersebut tidak mengganggu eksistensi masing-masing partai, justru memperkuat komunikasi politik lintas kelompok. 


“Faktanya, tidak ada yang terganggu. Baik Golkar maupun PDIP tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (Red)

Bagikan:

Komentar