![]() |
| Direktur ARCI, Nanang Haromain. (Dok/Istimewa). |
Direktur ARCI, Nanang Haromain, mengatakan dinamika politik daerah saat ini mengalami perubahan cukup signifikan, terutama dalam cara anak muda menilai kepemimpinan kepala daerah.
Menurutnya, generasi muda kini tidak hanya melihat keberhasilan pemerintah dari pembangunan fisik dan proyek infrastruktur semata. Mereka mulai menaruh perhatian pada isu-isu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Anak muda hari ini mulai melihat berbagai persoalan yang lebih substantif, seperti peluang kerja, kondisi ekonomi, keterbukaan pemerintah, ruang kreatif, kesehatan mental, kualitas komunikasi publik, hingga sejauh mana kepala daerah dianggap hadir dan responsif terhadap persoalan warga,” ujar Nanang, Senin (18/05/2026).
Ia menjelaskan, riset tersebut tidak hanya mengukur tingkat popularitas dan elektabilitas kepala daerah, tetapi juga memetakan berbagai indikator yang berkaitan dengan persepsi sosial dan komunikasi politik di kalangan generasi muda.
Beberapa aspek yang akan menjadi fokus kajian meliputi tingkat popularitas dan keterpilihan kepala daerah, responsivitas terhadap aspirasi publik, persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah, komunikasi politik dan kedekatan dengan warga muda, hingga konsistensi pelaksanaan janji politik.
Nanang menilai perkembangan media sosial dan politik digital turut memengaruhi cara publik membentuk persepsi terhadap pemimpin daerah. Menurutnya, persepsi publik di era digital bergerak sangat cepat dan dinamis.
“Di era digital, persepsi publik bergerak sangat cepat. Kepala daerah yang aktif di media sosial belum tentu otomatis mendapatkan kepercayaan publik, begitu pula sebaliknya. Karena itu, penting membaca bukan hanya tingkat popularitas, tetapi juga resonansi sosial yang terbentuk di masyarakat,” jelasnya.
ARCI memandang generasi muda sebagai kelompok strategis dalam membaca arah politik daerah di masa depan. Selain menjadi kelompok pemilih dominan, anak muda juga dinilai lebih cepat menangkap perubahan persepsi terhadap kepemimpinan politik.
Melalui riset ini, ARCI berharap dapat menghadirkan pembacaan politik daerah yang lebih komprehensif, kontekstual, dan berbasis data. Hasil penelitian tersebut juga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai potensi politik kepala daerah di Jawa Timur ke depan.
Selain menjadi bagian dari agenda riset publik, proyek ini juga membuka ruang kolaborasi dengan media massa, lembaga penelitian, institusi pendidikan, komunitas, hingga berbagai stakeholder yang memiliki perhatian terhadap perkembangan politik daerah dan generasi muda di Jawa Timur.
ARCI sendiri merupakan lembaga riset dan konsultasi yang bergerak di bidang kajian sosial, politik, opini publik, serta pengembangan strategi komunikasi berbasis data. (Red)


Komentar