|
Menu Close Menu

Borong 5 Emas, Kabupaten Blitar Raih Juara Umum 2 Kategori Youth IBCA MMA di Piala Walikota Surabaya

Minggu, 03 Mei 2026 | 22.23 WIB

Atlet Beladiri dari IBCA MMA Kabupaten Blitar saat dalam ajang Amatir Mix Martial Art (IBCA MMA) Piala Walikota Surabaya Se-Jawa Timur di Surabaya.(Dok/Istimewa).

Lensajatim.id, Surabaya— Kontingen IBCA MMA Kabupaten Blitar menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Kejuaraan Indonesia Beladiri Campuran Amatir (IBCA MMA) Piala Wali Kota Surabaya se-Jawa Timur.


Tampil impresif di tengah persaingan ketat antar daerah, para atlet muda Kabupaten Blitar sukses membawa pulang total 8 medali, terdiri dari 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.


Raihan gemilang tersebut sekaligus mengantarkan Kabupaten Blitar meraih predikat Juara Umum 2 kategori Youth, menegaskan kekuatan baru Bumi Penataran dalam pembinaan olahraga bela diri campuran di tingkat provinsi.


Prestasi ini diraih melalui perjuangan 12 atlet yang diterjunkan, dengan rincian 8 atlet berlaga di kelas kompetisi dan 4 atlet turun di kategori beginner non-kompetisi.


Meski atlet pemula belum berhasil menyumbangkan medali, keikutsertaan mereka dinilai menjadi investasi penting dalam membangun pengalaman, mental bertanding, dan regenerasi atlet masa depan.


Pelatih IBCA MMA Kabupaten Blitar, Fafik Nurul Huda, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras para atlet yang telah menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Anak-anak telah memberikan yang terbaik di arena. Kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk membawa nama baik daerah di kancah yang lebih tinggi,” ujar Fafik, Minggu (3/5/2026).


Menurutnya, delapan atlet peraih medali kini masuk dalam proyeksi persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta dipersiapkan untuk agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan.


Fafik menegaskan bahwa capaian di level provinsi harus menjadi batu loncatan menuju persaingan nasional yang lebih kompetitif.


“Target kita bukan lagi lokal, tapi nasional. Kami akan segera tancap gas mempersiapkan fisik dan teknik untuk Makassar nanti,” tambahnya.


Selain fokus pada atlet berprestasi, Fafik juga memberikan penghargaan khusus kepada empat atlet beginner yang telah berani tampil di arena.


Ia menilai pengalaman bertanding tersebut menjadi fondasi penting untuk membentuk petarung tangguh di masa depan.


“Bagi saya, mereka tetap pemenang karena sudah berani naik ke oktagon. Kekalahan hari ini adalah guru terbaik. Kami tidak akan membiarkan mereka menyerah; justru ini adalah saatnya mengevaluasi kekurangan untuk tampil lebih gahar di sirkuit berikutnya,” tegasnya.


Kabar positif lainnya, Kabupaten Blitar direncanakan akan menjadi tuan rumah Kejurprov IBCA MMA Sirkuit 3 Piala Gubernur.


Agenda ini dipandang sebagai peluang besar untuk semakin memasyarakatkan olahraga MMA sekaligus memperkuat pembinaan atlet lokal.


“Menjadi tuan rumah turnamen bergengsi sekelas Piala Gubernur merupakan kehormatan sekaligus peluang besar untuk memasyarakatkan MMA di Kabupaten Blitar. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat diharapkan agar event tersebut berjalan sukses dan mampu melahirkan bibit-bibit juara baru,” ungkapnya.


Berikut daftar atlet Kabupaten Blitar peraih medali:

Alfi Adi Setiawan (MMA) — Medali Emas

Guntari Sukma Rania Awandini (Stand Up Fighting) — Medali Emas

M. Elvano Al Farissy (Stand Up Fighting) — Medali Emas

M. Elga Al Firas (Stand Up Fighting) — Medali Emas

M. Azmi Aunur Rofiq (Stand Up Fighting) — Medali Emas

Galang Rendra Sandrean (Stand Up Fighting) — Medali Perak

Bintang Aiman Hakim (Stand Up Fighting) — Medali Perak

Rizqy Bagus Kurniawan (Stand Up Fighting) — Medali Perunggu


Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda di Kabupaten Blitar berjalan progresif dan kompetitif.


Dengan semangat juang tinggi, program latihan berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak, Kabupaten Blitar kini semakin optimistis menatap panggung olahraga bela diri nasional dan membawa harum nama daerah di level yang lebih tinggi. (Eric) 

Bagikan:

Komentar