|
Menu Close Menu

Ketua DPRD: Surabaya Maju, Pendidikan dan Kesehatan Jangan Tertinggal

Minggu, 31 Mei 2026 | 11.16 WIB

Kegiatan upacara dan resepsi HJKS ke-733 di Balai Kota Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Di tengah perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan kota tidak cukup diukur dari megahnya infrastruktur semata.


Menurutnya, pembangunan harus berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan penyediaan rumah layak huni.


Pernyataan tersebut disampaikan legislator PDI Perjuangan Surabaya yang akrab disapa Ipuk usai mengikuti upacara dan resepsi HJKS ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).


Ia menilai, pada usia ke-733 tahun, Surabaya telah tumbuh menjadi salah satu kota terbesar dan paling maju di Indonesia. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.


"Selain infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat juga harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan, kesehatan, dan fasilitas hunian yang layak harus terus diperkuat agar kesejahteraan warga semakin meningkat," ujarnya.


Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya itu menegaskan, DPRD Surabaya akan terus mengawal berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Sebagai lembaga pengawasan dan penganggaran, DPRD berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pahlawan.


Menurutnya, pembangunan ideal tidak hanya menghadirkan jalan, gedung, maupun fasilitas publik yang memadai. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sehari-hari.


Dalam momentum HJKS ke-733, Syaifuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan toleransi yang selama ini menjadi kekuatan utama Surabaya.


Ia menilai, kemajuan Surabaya tidak terlepas dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, komunitas, hingga warga di tingkat kampung.


"Surabaya dibangun dengan semangat kebersamaan. Karena itu seluruh elemen masyarakat harus terus dilibatkan dalam pembangunan agar kota ini semakin maju dan manfaatnya bisa dirasakan semua lapisan warga," katanya.


Ipuk berharap Surabaya di usia ke-733 tahun tidak hanya dikenal sebagai kota dengan pembangunan yang pesat, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.


"Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan warga. Surabaya harus menjadi kota yang humanis, modern, dan menjadi kebanggaan generasi mendatang," tegasnya.


Pesan tersebut menjadi sorotan di tengah harapan masyarakat agar pembangunan Surabaya ke depan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dasar warga. Mulai dari pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah diakses, hingga ketersediaan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Surabaya. (Red) 

Bagikan:

Komentar