|
Menu Close Menu

PMII UMAHA Bangun Kesadaran Sosial Mahasiswa Lewat Diskusi Film “Pesta Babi”

Minggu, 03 Mei 2026 | 14.00 WIB

Kegiatan Nobar Film "Pesta Babi" di Sidoarjo.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Sidoarjo— Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran sosial generasi muda melalui partisipasi aktif dalam kegiatan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi yang digelar PAC Ansor Taman, Kamis (30/4/2026).


Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh antusiasme tersebut menjadi ruang produktif bagi pemuda dan mahasiswa untuk tidak sekadar menikmati tontonan, tetapi juga memperkuat refleksi sosial atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.


Film Pesta Babi dinilai menghadirkan potret realitas sosial yang sarat makna, mulai dari ketimpangan sosial, dinamika kekuasaan, hingga kritik terhadap kebijakan yang kerap menjauh dari kepentingan rakyat kecil.


Kehadiran kader PMII UMAHA dalam forum ini menegaskan peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang tidak boleh terlepas dari realitas sosial.


Diskusi pasca pemutaran film menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta saling bertukar gagasan mengenai isu keadilan sosial, solidaritas masyarakat, dan posisi strategis generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.


Ketua Komisariat PMII UMAHA, Moch. Gufron Fajar Rezki, menilai film tersebut membawa pesan reflektif yang kuat bagi mahasiswa.


Menurutnya, Pesta Babi bukan hanya menyajikan cerita, tetapi juga membuka kesadaran tentang bagaimana kelompok masyarakat kecil sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh ketimpangan dan kepentingan kekuasaan.


Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap hadir sebagai kekuatan moral dan kontrol sosial yang berpihak pada kepentingan rakyat.


“Film ini menjadi pengingat bahwa pemuda dan mahasiswa tidak cukup hanya aktif di ruang akademik, tetapi juga harus memiliki keberanian moral untuk menyuarakan keresahan masyarakat. Ada banyak realitas sosial yang terkadang dianggap biasa, padahal itu bentuk ketimpangan yang harus dikritisi bersama,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini, PMII UMAHA dan PAC Ansor Taman memperkuat sinergi dalam menghadirkan ruang intelektual yang dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.


Nobar film diposisikan bukan sekadar aktivitas hiburan, melainkan sarana edukatif untuk menumbuhkan kepedulian sosial, memperluas wawasan kritis, dan memperkuat peran pemuda dalam merespons berbagai tantangan sosial.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi organisasi kepemudaan dan mahasiswa dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun generasi yang lebih peka, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. (Put) 

Bagikan:

Komentar