|
Menu Close Menu

Anas Karno Dorong Pelayanan Publik Lebih Responsif dan Humanis

Rabu, 03 Juni 2026 | 18.50 WIB

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya diukur dari cepat atau lambatnya sebuah persoalan diselesaikan. Bagi masyarakat, komunikasi yang baik dan respons dari pemerintah sering kali menjadi faktor penting yang menciptakan rasa percaya dan kepastian.


Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Rabu (3/6/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Anas menegaskan bahwa lurah dan camat merupakan garda terdepan pelayanan pemerintahan yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, kualitas pelayanan tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan program kerja, tetapi juga menyangkut kemampuan aparatur membangun komunikasi yang baik dengan warga.


Menurutnya, masyarakat pada dasarnya memahami bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, warga tetap membutuhkan kepastian bahwa laporan, aspirasi, maupun keluhan yang mereka sampaikan telah diterima dan sedang ditindaklanjuti.


“Kadang masyarakat tidak meminta masalahnya langsung selesai. Mereka hanya ingin mengetahui bahwa laporan mereka sudah diterima dan sedang diproses. Respons sederhana bisa membuat warga merasa diperhatikan,” ujar Anas.


Politisi yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum DPC PDI Perjuangan Surabaya itu menilai perkembangan teknologi telah membuka ruang komunikasi yang semakin mudah antara pemerintah dan masyarakat.


Saat ini, berbagai aplikasi pesan instan maupun layanan telepon seluler menjadi sarana utama warga untuk menyampaikan kebutuhan pelayanan, keluhan, maupun aspirasi kepada pemerintah.


Karena itu, Anas menekankan bahwa etika komunikasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik modern. Menurutnya, balasan singkat atau pemberitahuan bahwa laporan sedang diproses dapat memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.


Ia pun mengajak seluruh aparatur di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk terus menjaga profesionalisme serta keramahan dalam memberikan pelayanan kepada warga.


“Kalau memang belum bisa menjawab atau menyelesaikan saat itu juga, setidaknya ada informasi kepada warga. Dengan begitu masyarakat merasa dihargai dan tidak dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” katanya.


Lebih lanjut, Anas mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Kota Surabaya yang selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.


Menurutnya, pembinaan aparatur terkait etika pelayanan, kemampuan komunikasi, dan tata kelola administrasi perlu terus diperkuat agar kualitas layanan semakin baik dari waktu ke waktu.


Ia meyakini pelayanan publik yang humanis menjadi salah satu kunci penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Kepercayaan publik, kata dia, sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.


“Pelayanan yang baik bukan hanya soal aturan dan prosedur. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat merasa didengar, dihargai, dan mendapatkan kepastian ketika berkomunikasi dengan pemerintah,” tuturnya.


Di tengah tuntutan pelayanan yang semakin cepat dan terbuka, Anas menilai bahwa perhatian terhadap aspek komunikasi tetap harus menjadi prioritas. Sebab, wajah pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kebijakan besar, tetapi juga oleh sikap responsif dan kepedulian aparatur terhadap masyarakat.


Menurutnya, dari sebuah respons yang baik dan tepat waktu, kepercayaan warga kepada pemerintah dapat terus tumbuh dan semakin kuat. (Red) 

Bagikan:

Komentar