|
Menu Close Menu

Ali Hasan Mun’im Salurkan Hewan Kurban untuk Pesantren di Bondowoso

Kamis, 28 Mei 2026 | 06.37 WIB

Ali Hasan Mun'im bersama ayahandanya menyerahkan hewan kurban ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bondowoso – Bagi Ali Hasan Mun’im, kampung halaman bukan sekadar tempat kembali untuk melepas rindu atau berkumpul bersama keluarga. Kampung halaman juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama.


Semangat itu diwujudkan Ali Hasan Mun’im pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI tersebut menyalurkan hewan kurban di daerah asalnya.


Didampingi sang ayah, H. Mashuri, Ali Hasan Mun’im menyerahkan satu ekor hewan kurban kepada Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Desa Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso.


Penyerahan hewan kurban berlangsung pada Selasa (26/5/2026). Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti lingkungan pesantren saat prosesi berlangsung.


Kehadiran Ali Hasan Mun’im bersama ayahandanya menjadi momen bermakna. Pesantren tersebut memiliki ikatan kuat dengan perjalanan hidupnya.


Di tempat itulah dirinya lahir, tumbuh besar, menimba ilmu agama, hingga pernah mengabdi sebelum menapaki perjalanan profesional dan dunia usaha.


Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia itu menilai ibadah kurban bukan sekadar agenda tahunan. Bagi dirinya, kurban menjadi bagian dari refleksi perjalanan hidup sekaligus wujud rasa syukur.


Kesempatan berbagi di pesantren tempat dirinya pernah belajar dan mengabdi menjadi simbol terima kasih atas proses panjang yang membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.


Diketahui, Ali Hasan Mun’im memulai perjalanan karier dari bawah sebagai pendamping masyarakat. Ia kemudian dipercaya menjadi Komisioner KPU sebelum mengembangkan berbagai sektor usaha.


Selain dikenal sebagai pengusaha di bidang budidaya lobster dan udang, Ali Hasan Mun’im juga aktif mengelola sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Ia juga tercatat sebagai pengurus pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA), memperluas kiprahnya di dunia usaha dan organisasi nasional.


“Alhamdulillah, di Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah ini saya masih diberikan rezeki dan kesempatan untuk berkurban. Ini menjadi bentuk rasa syukur saya kepada Allah SWT, sekaligus ikhtiar untuk terus berbagi dengan masyarakat dan pesantren tempat saya pernah belajar serta mengabdi,” ujar Ali Hasan Mun’im.


Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Kyai Ahmad Juwaini, mengapresiasi kepedulian Ali Hasan Mun’im terhadap pesantren dan masyarakat di kampung halamannya.


Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya bentuk ibadah kurban, tetapi juga cerminan penghormatan terhadap tempat yang pernah menjadi bagian penting perjalanan hidup seseorang.


“Alhamdulillah, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Ali Hasan Mun’im yang tetap ingat kepada pesantren dan kampung halamannya. Ini bukan hanya soal kurban, tetapi bentuk kecintaan terhadap syiar Islam dan penghormatan kepada tempat beliau pernah belajar dan mengabdi,” tutur Kyai Ahmad Juwaini.


Hal senada disampaikan H. Mashuri. Ia mengaku bersyukur melihat putranya tetap memegang nilai-nilai yang ditanamkan sejak kecil.


Menurutnya, lingkungan pesantren telah membentuk karakter Ali Hasan Mun’im untuk terus berbagi dan menjaga kepedulian sosial di tengah kesibukan yang dijalani saat ini.


“Sebagai orang tua tentu saya sangat bersyukur. Dari kecil Ali dibesarkan di lingkungan pesantren dan diajarkan untuk selalu berbagi. Semoga kurban ini membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat,” ungkap H. Mashuri.


Tenaga Ahli DPR RI tersebut juga menambahkan, semangat Iduladha menjadi pengingat penting tentang arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.


Ali Hasan Mun’im berharap tradisi berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Baginya, keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari capaian pribadi, tetapi juga sejauh mana seseorang mampu memberi manfaat bagi lingkungan tempat dirinya berasal. (Red) 

Bagikan:

Komentar