|
Menu Close Menu

Ponpes Amanatul Ummah Pacet Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU 2026

Jumat, 22 Mei 2026 | 18.54 WIB

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Mojokerto— Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, resmi mengajukan kesediaan menjadi tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.


Komitmen tersebut disampaikan melalui surat resmi yang dikirim kepada Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU di Jakarta pada 21 Mei 2026.


Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim, menegaskan pihaknya siap mendukung sekaligus menyukseskan agenda tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.


“Kami berharap diberikan kesempatan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Amanatul Ummah siap secara lahir maupun batin untuk ikut menyukseskan agenda besar jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujar KH Asep Saifuddin Chalim dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).


Menurut KH Asep, Muktamar NU tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat persatuan umat, kaderisasi ulama, serta menentukan arah peradaban Islam Nusantara ke depan.


“Muktamar adalah forum strategis yang menentukan arah khidmah Nahdlatul Ulama ke depan. Karena itu, kami ingin ikut berkhidmah dengan memberikan fasilitas terbaik dan pelayanan terbaik untuk warga Nahdliyin,” katanya.


Ia menilai Pacet, Mojokerto, memiliki nilai strategis sebagai lokasi pelaksanaan muktamar karena menghadirkan lingkungan pesantren yang kondusif sekaligus akses yang relatif mudah dijangkau dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.


“Lingkungan pesantren memberikan suasana spiritual dan kekhidmatan yang sesuai dengan tradisi NU. Selain itu, Mojokerto juga berada di kawasan strategis dan mudah diakses,” ujarnya.


KH Asep berharap Muktamar ke-35 NU nantinya tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga ruang memperkuat persaudaraan, konsolidasi internal, dan penguatan peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa.


“Kami ingin Muktamar NU menjadi ruang persatuan, ruang musyawarah para ulama dan kader terbaik NU untuk menjaga Indonesia dan merawat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” pungkasnya.


Sebagai bagian dari kesiapan, Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, telah didukung berbagai fasilitas yang dinilai memadai untuk kegiatan berskala nasional.


Fasilitas tersebut meliputi Masjid Raya Abdul Chalim tiga lantai, guest house, student center dengan kapasitas sekitar 4.000 peserta, klinik tiga lantai, area parkir luas, hingga sejumlah gedung pendidikan bertingkat di kawasan pesantren.


Kesiapan infrastruktur juga diperkuat oleh keberadaan kompleks MBI Amanatul Ummah, MTs dan MA Hikmatul Amanah, serta Universitas KH Abdul Chalim yang memiliki gedung perkuliahan, wisma, apartemen mahasiswa, masjid, guest house, hingga gedung entrepreneurship.


Pengajuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Amanatul Ummah untuk berkhidmah dan mengambil peran dalam menyukseskan agenda besar Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat nilai persatuan, pendidikan, dan kebangsaan. (Red) 

Bagikan:

Komentar