|
Menu Close Menu

Bentengi Ruang Digital dari Hoaks, LPM Semesta Unira Cetak Jurnalis Mahasiswa Tangguh Lewat DJTL Se-Madura 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 | 07.53 WIB

 

Foto bersama peserta Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) Se-Madura 2026 LPM Semesta Unira, Pamekasan.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Pamekasan– Gelombang hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang kian masif di era digital menjadi tantangan serius bagi generasi muda. Menjawab situasi tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Semesta Universitas Madura (Unira) menggelar Diklat Jurnalistik Tingkat Lanjut (DJTL) Se-Madura 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas pers mahasiswa dalam mengawal kebenaran.


Kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai kampus di Madura itu resmi dibuka pada Jumat (12/6/2026). DJTL tak sekadar menjadi agenda rutin pengkaderan, melainkan ruang pembelajaran untuk menyiapkan jurnalis mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan adaptif menghadapi tantangan dunia informasi modern.


Pembukaan acara dilakukan oleh Kepala Bagian Organisasi Mahasiswa (Kabag Ormawa) Unira, Dr. Khoiri, M.Pd., yang mewakili jajaran rektorat. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kepekaan mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.


Menurut Khoiri, ilmu jurnalistik merupakan bekal penting untuk membentuk pola pikir kritis sekaligus mengasah kemampuan menulis yang berkualitas.


"Saya juga alumni Universitas Madura dan mengakui mahasiswa harus memiliki kemampuan menulis yang baik. Bagaimana menjadi penulis yang mampu menghasilkan karya hingga menembus media luar kampus adalah tantangan yang perlu terus dikembangkan," ujarnya.


Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan masa perkuliahan sebagai momentum untuk mengembangkan potensi diri. Baginya, kemampuan jurnalistik bukan hanya berguna untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana dakwah serta menyuarakan kebenaran secara bertanggung jawab.


Khoiri juga memberikan apresiasi terhadap eksistensi LPM Semesta yang dinilai mampu menjaga keberlangsungan organisasi melalui proses kaderisasi yang sehat.


"Ada beberapa UKM yang mengalami penurunan karena proses regenerasi kepemimpinannya mandek. Namun, saya melihat LPM Semesta mampu bangkit dan tetap eksis hingga hari ini," pujinya.


Sementara itu, Ketua Panitia DJTL Se-Madura 2026, Yudi Baihaki, menegaskan bahwa peran pers mahasiswa semakin krusial di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


Pesan tersebut tercermin dalam tema kegiatan, yakni "Beyond Headlines: Pers Mahasiswa dan Perlawanan di Tengah Truth Issue."


" Tema ini bukan sekadar jargon, melainkan refleksi bersama. Kita harus mampu mengawal kebenaran di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi di masyarakat," ungkap Yudi.


Senada dengan itu, Pimpinan Umum LPM Semesta, Nur Aisah Fitri, menegaskan bahwa DJTL bukan sekadar seremoni pengkaderan. Kegiatan ini harus menjadi ruang peningkatan kapasitas, keterampilan, dan wawasan jurnalistik demi melahirkan jurnalis mahasiswa yang profesional.


Menurutnya, seorang jurnalis dituntut memiliki integritas, independensi, serta keteguhan sikap dalam menghadapi berbagai bentuk intervensi yang berpotensi menggoyahkan objektivitas pemberitaan.


"Seorang jurnalis harus mampu menghadapi intervensi dengan tenang dan tetap berpegang pada prinsip jurnalistik. Bekal keilmuan yang kuat akan menjadi fondasinya," tutur Aisah.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pers mahasiswa memikul tanggung jawab sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial untuk mengawal tegaknya kebenaran dan keadilan.


"Tugas kita sebagai jurnalis adalah amar ma'ruf nahi munkar, mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran melalui informasi yang benar, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan," tegasnya.


Melalui DJTL Se-Madura 2026, para peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi jurnalistik, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menghadirkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas, independen, serta berpihak pada kebenaran di tengah riuhnya ruang digital. (Man) 

Bagikan:

Komentar