![]() |
| Kegiatan coaching clinic pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C sekaligus edukasi etika berlalu lintas. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang berlangsung di kantor pelayanan SIM Polres Malang tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan keluarga anggota Senkom, masyarakat umum, hingga generasi Z yang telah memenuhi syarat usia untuk memiliki SIM.
Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, mengatakan pembekalan ini merupakan program rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Namun, pada pelaksanaan kali ini sasaran peserta diperluas tidak hanya anggota Senkom, melainkan juga keluarga dan masyarakat sekitar yang belum memiliki SIM.
"Anggota rata-rata sudah memiliki SIM. Karena itu kami menyasar keluarga, tetangga, dan masyarakat agar mereka memahami materi serta alur ujian SIM sebelum mengikuti ujian resmi," ujar Lukman.
Menurutnya, dari target 100 peserta, sekitar 60 hingga 80 orang mengikuti kegiatan dengan antusias. Bahkan sejumlah peserta langsung mendaftar pada hari pelaksanaan.
Sementara itu, Baur SIM Satpas Prototype Polres Malang, Aiptu Nova Hanta Putra, mengapresiasi inisiatif Senkom yang secara aktif mengajukan kerja sama kepada Polres Malang untuk menggelar pembekalan tersebut.
"Kolaborasi ini sangat keren. Biasanya polisi yang mendatangi komunitas atau kelompok masyarakat, tetapi kali ini justru komunitas yang aktif mengajukan permohonan kepada Kapolres Malang untuk mendapatkan edukasi," katanya.
Dalam sesi pembekalan, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga pemahaman tentang etika berkendara, aturan hukum terbaru, serta sistem penindakan pelanggaran berbasis teknologi.
Aiptu Nova menjelaskan bahwa saat ini penindakan pelanggaran lalu lintas lebih mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan pengembangan handheld ETLE, sehingga masyarakat perlu memahami perubahan sistem tersebut.
Selain itu, peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah yang tepat saat menemukan kecelakaan lalu lintas. Masyarakat diimbau tidak memindahkan korban secara sembarangan karena berpotensi memperparah cedera, melainkan mengamankan lokasi kejadian dan segera menghubungi layanan darurat 110.
Melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif, Satlantas Polres Malang berharap para peserta, khususnya generasi Z, dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif mengenai keselamatan berlalu lintas serta kemudahan dan transparansi proses pengurusan SIM.
Untuk meningkatkan kenyamanan pemohon, Satlantas Polres Malang juga menerapkan pola komunikasi yang lebih santai dan akrab saat pelaksanaan ujian SIM. Pendekatan tersebut dinilai efektif mengurangi rasa gugup dan meningkatkan kepercayaan diri peserta.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pembekalan serupa, Satlantas Polres Malang membuka program coaching clinic SIM secara gratis setiap Senin hingga Sabtu pukul 14.00–17.00 WIB setelah jam pelayanan reguler berakhir. (Den)


Komentar