![]() |
| Kegiatan Musyawarah Cabang DMI Kecamatan Sukolilo, Surabaya. (Dok/Istimewa). |
Kegiatan yang mengusung tema "Guyub Bareng, Baik Bareng" tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat memperkuat peran masjid sebagai pusat kemaslahatan umat.
Wakil Ketua DMI Kota Surabaya, KH. Miftah Jauhari, menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan menjadi spirit dalam membangun kepengurusan yang inklusif dan mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, kepengurusan DMI Kecamatan Sukolilo harus membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) maupun berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.
"Pengurus DMI harus merangkul Forkopimcam dan seluruh organisasi Islam, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, LDII, serta organisasi lainnya. Dengan kebersamaan tersebut, semua pihak dapat berkontribusi dalam memakmurkan rumah Allah," ujar KH. Miftah Jauhari.
Senada dengan hal tersebut, Camat Sukolilo, Muhammad Aries Hilmi, M.KP., mengingatkan bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah ritual.
Ia menjelaskan, pada masa Rasulullah SAW, masjid menjadi pusat berbagai aktivitas umat, termasuk merumuskan strategi menghadapi tantangan kehidupan.
"Dahulu, pada zaman Nabi, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat strategi perang. Saat ini, masjid semestinya menjadi tempat menyusun strategi perang melawan kemiskinan di Kota Surabaya," kata Muhammad Aries Hilmi.
Proses pembentukan Pengurus Pimpinan Cabang DMI Kecamatan Sukolilo berlangsung lancar, tertib, dan demokratis. Musyawarah diikuti oleh perwakilan takmir masjid dari tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Sukolilo.
Sidang Musyawarah Cabang dipimpin langsung oleh Camat Sukolilo, Muhammad Aries Hilmi, sebagai ketua sidang. Sementara Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukolilo, Prof. Dr. KH. Moh. Mukhrojin, bertindak sebagai sekretaris sidang.
Dalam jalannya musyawarah, Prof. Mukhrojin meminta pandangan seluruh peserta terkait susunan kepengurusan yang akan dibentuk. Setelah melalui pembahasan bersama, seluruh peserta menyepakati mekanisme pemilihan secara aklamasi sebagai bentuk kebulatan tekad dan semangat persatuan.
Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, H. Barokah dipercaya memimpin DMI Kecamatan Sukolilo sebagai ketua. Adapun susunan pengurus yang ditetapkan yakni Ustad Abdurochim sebagai Wakil Ketua, Ust. Ahmad Mahmudi sebagai Sekretaris, Ust. Kusnadi sebagai Wakil Sekretaris, serta Ust. Rosulin sebagai Bendahara.
Musyawarah Cabang DMI Kecamatan Sukolilo kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama. Seluruh pengurus terpilih, peserta musyawarah, serta tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk memajukan masjid.
Terpilihnya kepengurusan baru ini diharapkan menjadi energi positif dalam memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan umat, penguatan solidaritas sosial, serta wadah membangun solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan. (Red)


Komentar