![]() |
| Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA), Ali Hasan Mun’im, S.E.,. (Dok/Istimewa). |
Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA), Ali Hasan Mun’im, S.E., saat memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
Menurut Ali Hasan, Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus diaktualisasikan sesuai perkembangan zaman. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, serta partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
"Ini menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Hari Lahir Pancasila harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat," ujar Ali Hasan.
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Komite Tetap Pembiayaan Fiskal Perumahan Kadin Indonesia tersebut menilai, pengamalan Pancasila di era modern dapat diwujudkan melalui berbagai kontribusi nyata, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan kewirausahaan, hingga partisipasi dalam berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, nilai gotong royong yang menjadi salah satu ruh Pancasila harus diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.
"Generasi muda harus menjadi pelopor pembangunan. Mereka tidak cukup hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga harus mampu mengimplementasikannya melalui karya, inovasi, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Tenaga Ahli DPR RI itu menjelaskan, berbagai program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto pada dasarnya memiliki tujuan yang sejalan dengan cita-cita Pancasila, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial, memperkuat ketahanan nasional, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperluas kesejahteraan rakyat.
Karena itu, lanjut Ali Hasan, dukungan terhadap program-program pembangunan nasional harus dipandang sebagai bagian dari pengamalan nilai kebangsaan. Selama program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, maka seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi menyukseskannya.
"Ketika masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan, menjaga persatuan, memperkuat ekonomi, dan mendukung program yang berpihak kepada rakyat, sejatinya mereka sedang mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Owner SPPG Kademangan 3 Bondowoso itu juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibanding generasi pendiri bangsa. Arus informasi yang begitu cepat, perkembangan teknologi digital, serta kompetisi global menuntut generasi muda memiliki karakter kuat dan wawasan kebangsaan yang kokoh.
Menurutnya, Pancasila tetap relevan sebagai kompas moral dalam menghadapi berbagai perubahan tersebut. Dengan berpegang pada nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial, generasi muda akan mampu menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia menuju kemajuan.
"Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas, produktif, dan memiliki kepedulian sosial. Itulah esensi pengamalan Pancasila yang sesungguhnya. Bukan hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat," tegas Ali Hasan.
Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat optimisme dan semangat kebangsaan, sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Had)


Komentar