|
Menu Close Menu

Hari Media Sosial Nasional, Gus Iwan Ajak Masyarakat Perangi Hoaks dan Rawat Ruang Digital

Rabu, 10 Juni 2026 | 08.12 WIB

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Ahmad Iwan Zunaih. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya – Peringatan Hari Media Sosial Nasional yang diperingati setiap 10 Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat dituntut lebih cermat agar tidak mudah terjebak maupun ikut menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.


Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Ahmad Iwan Zunaih, mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif dan produktif. Menurutnya, ruang digital harus dijadikan sarana mempererat persaudaraan, berbagi pengetahuan, serta menyebarkan informasi yang bermanfaat.


"Kita saat ini justru harus aktif ikut memerangi berita bohong, berita yang tidak benar di medsos," jelas politisi yang akrab disapa Gus Iwan saat dikonfirmasi terkait Peringatan Hari Media Sosial Nasional, Rabu (10/06/2026).


Legislator asal Partai NasDem itu menuturkan bahwa penyebaran hoaks tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Informasi palsu yang beredar tanpa verifikasi dapat memicu keresahan, memecah belah masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan konflik di tengah kehidupan sosial.


Menurut Gus Iwan, setiap pengguna media sosial memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang dapat dipercaya sebelum dibagikan kepada orang lain. Kebiasaan sederhana seperti membaca secara utuh, memeriksa sumber berita, dan melakukan verifikasi silang dinilai mampu menekan laju penyebaran hoaks.


"Jangan sampai kita menjadi bagian dari mata rantai penyebar informasi yang tidak benar. Kalau ragu terhadap suatu informasi, lebih baik ditahan dulu dan dicek kebenarannya," ujarnya.


Ia menilai literasi digital menjadi kebutuhan mendesak di era keterbukaan informasi saat ini. Kemudahan mengakses teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh judul-judul sensasional maupun narasi yang sengaja dibangun untuk menggiring opini.


Gus Iwan juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor terciptanya ruang digital yang sehat. Kreativitas anak muda, menurutnya, dapat diarahkan untuk memproduksi konten edukatif, inspiratif, dan membangun optimisme di tengah masyarakat.


"Media sosial adalah alat. Dampaknya akan bergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jika digunakan untuk menyebarkan kebaikan dan informasi yang benar, maka media sosial dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan dan memperkuat persatuan bangsa," tuturnya.


Melalui peringatan Hari Media Sosial Nasional, Gus Iwan berharap masyarakat semakin sadar bahwa memerangi hoaks bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama seluruh pengguna media sosial demi menjaga kerukunan dan kualitas demokrasi di ruang digital. (Had) 

Bagikan:

Komentar