|
Menu Close Menu

Kapolres Trenggalek Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Pule

Rabu, 03 Juni 2026 | 13.28 WIB

Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K. dengan didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Titik Ridwan meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.(Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Trenggalek – Jembatan Merah Putih Presisi yang berada di Dusun Kojan, Desa Jombok, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, resmi dibuka untuk masyarakat. Jembatan penghubung antarwilayah tersebut kini sudah dapat dimanfaatkan warga setelah proses pembangunan yang berlangsung selama beberapa waktu dinyatakan selesai.


Peresmian jembatan digelar pada Selasa (2/6/2026). Acara ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K.


Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek Ny. Titik Ridwan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan (PURP) Trenggalek, Forkopimca, serta tiga pilar Desa Jombok.


Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan inisiatif Polres Trenggalek. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.


Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan mengatakan, keberhasilan pembangunan jembatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut berkontribusi sejak awal hingga proyek selesai.


“Namun demikian kita tidak kerja sendiri. Oleh sebab itu, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut aktif membantu sehingga pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini bisa rampung tepat waktu dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.


AKBP Ridwan menjelaskan, nama Jembatan Merah Putih dipilih karena memiliki makna yang mendalam. Selain merepresentasikan warna bendera kebangsaan Indonesia, merah putih juga melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat.


Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga yang selama ini terpisahkan oleh kondisi geografis.


“Jadi di tempat ini, kita berharap antar warga bisa bersatu dan terhubung satu sama lain. Jembatan ini memudahkan kita semua untuk bisa bersilaturahmi, bisa bergotong royong, maupun mempermudah kegiatan ekonomi. Jadi yang dulu mungkin harus berputar sekarang bisa lebih singkat dan cepat,” imbuhnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Dirinya berharap ke depan jembatan itu dapat diperlebar dan diperkuat sehingga tidak hanya dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, tetapi juga kendaraan pengangkut hasil pertanian masyarakat.


Sementara itu, Kepala Desa Jombok, Nursalim, menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polres Trenggalek atas pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu aktivitas warga Dusun Kojan.


Menurutnya, sebelum jembatan berdiri, masyarakat harus menempuh jalur memutar dengan jarak yang cukup jauh untuk mencapai tujuan.


Kini, keberadaan jembatan mampu memangkas jarak perjalanan hingga 4 kilometer dan menghemat waktu tempuh sekitar 20 menit.


“Kami mewakili masyarakat Dusun Kojan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Trenggalek yang telah menginisiasi pembangunan jembatan Merah Putih Presisi ini. Sangat membantu masyarakat. Sekarang sepeda motor, mobil juga bisa lewat jembatan ini. Lebih cepat dan efisien,” ucapnya.


Jembatan Merah Putih Presisi memiliki panjang 10 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 3,5 meter. Jembatan tersebut membentang di atas sungai dengan lebar sekitar 5 meter.


Pembangunannya menelan biaya sekitar Rp45 juta yang bersumber dari kemitraan bantuan Polres Trenggalek serta swadaya masyarakat setempat.


Dengan telah diresmikannya jembatan ini, masyarakat Dusun Kojan kini memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan aman untuk menunjang aktivitas sosial maupun ekonomi sehari-hari. (Red) 

Bagikan:

Komentar