|
Menu Close Menu

Khofifah Pastikan SPMB Jatim Transparan, 79 Ribu Siswa Dapat Beasiswa Sekolah Swasta

Rabu, 03 Juni 2026 | 18.37 WIB

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau langsung proses verifikasi dan validasi data SPMB di Surabaya.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Surabaya– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan tertib, transparan, dan memberikan akses pendidikan yang luas bagi seluruh calon murid di Jawa Timur.


Untuk memastikan hal tersebut, Khofifah meninjau langsung proses verifikasi dan validasi data SPMB di SMA Negeri 1 Surabaya dan SMA Negeri 2 Surabaya pada 1 Juni 2026. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke SMA Negeri 5 Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya pada 2 Juni 2026.


Menurut Khofifah, layanan verifikasi yang diterapkan di sekolah-sekolah tersebut telah berjalan baik dengan sistem yang terjadwal sehingga memudahkan calon murid dan orang tua.


"SMA komplek ini mengintegrasikan empat unit SMA yang menjadi harapan banyak calon murid untuk bisa diterima di sekolah tersebut," ujarnya.


Ia menilai kondisi ruang verifikasi cukup memadai dan antrean berlangsung tertib. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, masyarakat kini memiliki waktu yang lebih panjang sehingga tidak perlu datang sejak dini hari untuk mendapatkan layanan.


"Kapasitas yang disiapkan cukup sehingga tidak ada antrean seperti tahun lalu. Waktunya juga lebih panjang sehingga pelayanan berjalan lebih nyaman," katanya.


Tahapan pengambilan PIN dan verifikasi SPMB telah dimulai sejak 29 Mei dan berlangsung hingga 9 Juni 2026. Dengan dukungan rata-rata 10 operator di setiap sekolah, layanan dapat menjangkau lebih banyak calon murid.


Khofifah menjelaskan, tahapan SPMB diawali dengan pengambilan PIN secara mandiri pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi data serta dokumen pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026.


Selain itu, calon murid juga dapat mengikuti simulasi pendaftaran daring pada 8 hingga 9 Juni 2026 agar lebih memahami mekanisme yang akan dijalani.


Adapun pendaftaran dilakukan secara bertahap, meliputi Jalur Domisili pada 11–12 Juni 2026, Jalur Afirmasi, Mutasi Orang Tua/Wali dan Prestasi Hasil Lomba pada 17–18 Juni 2026, Jalur Prestasi Akademik SMA pada 24–25 Juni 2026, serta Jalur Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.


Khofifah optimistis seluruh proses SPMB tahun ini dapat berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.


"Dinas Pendidikan Jawa Timur terus berikhtiar meningkatkan layanan bagi calon murid di seluruh kabupaten dan kota," ungkapnya.


Di sisi lain, Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri masih terbatas dibanding jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Timur.


Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan tahun 2026 mencapai 618.479 murid. Sementara daya tampung SMA dan SMK negeri hanya sebanyak 244.621 kursi, terdiri dari 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri.


Artinya, sekolah negeri baru mampu menampung sekitar 39,55 persen lulusan. Sedangkan sebanyak 373.858 murid atau 60,45 persen lainnya akan melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.


Karena itu, Pemprov Jatim terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah swasta agar semakin banyak siswa memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.


"Data ini menunjukkan sekolah swasta memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur," jelas Khofifah.


Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peningkatan jumlah SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.


Pada 2025 tercatat sebanyak 1.757 sekolah swasta berpartisipasi dalam program tersebut. Tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah.


Rinciannya, terdapat 446 SMA swasta yang menyediakan beasiswa penuh dan 337 SMA swasta memberikan potongan biaya pendidikan. Sementara pada jenjang SMK, sebanyak 764 sekolah menyediakan beasiswa penuh dan 559 sekolah memberikan potongan biaya pendidikan.


Jumlah penerima manfaat juga meningkat. Jika pada 2025 sebanyak 72.989 siswa menerima beasiswa maupun potongan biaya pendidikan, maka pada 2026 jumlahnya bertambah menjadi 79.086 siswa.


Sebanyak 19.157 siswa SMA swasta akan menerima beasiswa penuh dan 8.748 siswa memperoleh potongan biaya pendidikan. Pada jenjang SMK, sebanyak 24.956 siswa mendapatkan beasiswa penuh dan 26.225 siswa menerima potongan biaya pendidikan.


"Sebanyak 79.086 siswa tahun ini berkesempatan mendapatkan beasiswa dari SMA maupun SMK swasta. Ini jumlah yang sangat signifikan untuk membantu meringankan beban masyarakat," tegasnya.


Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah swasta yang terus berkontribusi memperluas akses pendidikan bagi generasi muda Jawa Timur.


Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata semangat gotong royong dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan kuota verifikasi di setiap sekolah ditetapkan sebanyak 200 calon murid per hari. Layanan juga tetap dibuka pada hari libur dan akhir pekan.


"Kami ingin masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk mengambil PIN karena tahapan ini sangat penting sebelum masuk ke jalur domisili, afirmasi, mutasi maupun prestasi akademik," ujarnya.


Salah satu calon murid dari SMP Islam Darussalam, Hafiz, mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti SPMB dan berupaya meraih kesempatan masuk ke SMA yang menjadi impiannya. (Red) 

Bagikan:

Komentar