![]() |
| Tampak pengunjung lagu menikmati suasana nongkrong di 7 Cafe Kota Batu.(Dok/Istimewa). |
Berlokasi di Jalan Panglima Sudirman Nomor 82-80, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, 7 Cafe menjadi salah satu destinasi kuliner yang mulai mencuri perhatian wisatawan maupun warga lokal. Halaman depan bangunan bersejarah tersebut disulap menjadi area nongkrong yang estetik, nyaman, dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti WiFi gratis, toilet bersih, serta area parkir yang cukup luas.
Meski baru beroperasi sekitar dua tahun, 7 Cafe berhasil menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan. Setiap hari, tempat ini ramai didatangi pecinta kopi yang ingin menikmati suasana santai sembari bercengkerama, karaoke, maupun sekadar menikmati udara sejuk khas Kota Batu pada malam hari.
Keunikan utama 7 Cafe terletak pada perpaduan konsep sejarah dan gaya hidup modern. Pengunjung tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga merasakan atmosfer bangunan kolonial yang masih terjaga, sehingga menciptakan pengalaman yang berkesan dan berbeda dari kedai kopi pada umumnya.
Tren "ayo ngopi" yang kini berkembang di kalangan anak muda turut menjadi faktor meningkatnya kunjungan ke tempat ini. Aktivitas ngopi tidak lagi sekadar menikmati minuman, melainkan menjadi ruang untuk berdiskusi, menyusun rencana, mencari inspirasi, hingga memperluas jaringan pertemanan dan bisnis.
Didukung udara pegunungan yang sejuk, suasana di 7 Cafe semakin terasa nyaman. Konsep slowbar starling yang diusung menghadirkan pengalaman menikmati kopi secara lebih santai dan hangat, sejalan dengan gaya hidup slow living yang kini mulai diminati banyak kalangan.
Owner 7 Cafe, Toto Rori, menjelaskan bahwa nama "7 Cafe" terinspirasi dari tujuh pitutur atau petuah Jawa yang sarat makna kehidupan. Ketujuh pitutur tersebut menjadi filosofi yang ingin dihadirkan dalam perjalanan usaha sekaligus pengalaman yang dirasakan para pengunjung.
"Penamaan 7 Cafe berangkat dari tujuh pitutur Jawa yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Selain itu, kami juga menghadirkan tujuh varian kopi utama dengan harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan," ujarnya kepada awak media, Minggu (31/5/2026).
Adapun tujuh menu andalan yang menjadi ciri khas 7 Cafe meliputi Kopi Londho Americano, Kopi Jomblow Tubruk, Kopi Susu Gula Aren, Kopi Susu berbagai varian rasa, Kopi Pitu House Blend, Teh Mayu Teh Tarik, serta Teh Kecut Lemon Tea. Seluruh menu ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong.
Selain minuman, tersedia pula beragam makanan ringan yang dapat menemani waktu bersantai pengunjung. Kafe ini beroperasi mulai pukul 16.00 WIB hingga 01.00 WIB dini hari dan aktif melakukan promosi melalui berbagai platform media sosial.
Menurut Toto, jumlah pengunjung yang datang setiap hari kini mencapai lebih dari 150 orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep yang diusung 7 Cafe.
"Kami juga menyediakan area parkir yang cukup luas, mampu menampung sekitar 40 sepeda motor dan 10 mobil. Kebersihan fasilitas, termasuk toilet, juga menjadi perhatian kami agar pengunjung merasa nyaman," tambahnya.
Sementara itu, Mamad (27), pengunjung asal Kecamatan Bumiaji, mengaku kerap menghabiskan waktu di 7 Cafe bersama keluarga, pasangan maupun relasi bisnis. Menurutnya, suasana yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kopi.
"Saya sudah sering datang ke sini. Suasananya nyaman dan berbeda. Harapannya, keberadaan 7 Cafe bisa ikut mendongkrak perekonomian Kota Wisata Batu karena menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pecinta kuliner kopi," tuturnya.
Dengan perpaduan konsep sejarah, suasana yang nyaman, harga terjangkau, serta beragam pilihan menu, 7 Cafe perlahan menjelma menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Batu. Bagi para pencinta kopi maupun wisatawan yang ingin merasakan sensasi ngopi di bangunan peninggalan kolonial Belanda, tempat ini menawarkan pengalaman yang tidak sekadar menyajikan rasa, tetapi juga cerita. (Den)


Komentar