Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Momentum itu dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menegaskan kembali orientasi perjuangan partai agar tetap berpihak kepada rakyat.
Dalam arahannya, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu menegaskan bahwa eksistensi sebuah partai politik tidak ditentukan oleh banyaknya atribut, kekuatan simbol, ataupun kemeriahan agenda seremonial. Menurutnya, keberadaan partai justru diukur dari sejauh mana kader hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat.
"Eksistensi partai ditentukan oleh kehadiran kita di tengah rakyat, hadir di tengah kaum marhaen, hadir di tengah anak-anak yatim piatu yang nyata ada di setiap desa. Itulah makna penting kehadiran kita," tegas Said Abdullah.
Said menekankan, sebagai partai wong cilik, PDI Perjuangan memikul tanggung jawab moral dan politik untuk selalu berada di garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil.
Karena itu, seluruh kader dan pengurus partai diminta tidak hanya aktif menjalankan agenda organisasi, tetapi juga turun langsung mendengar aspirasi masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, serta ikut menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang ada.
"Kita ini partainya wong cilik. Eksistensi partai ditentukan oleh kita semua, ditentukan oleh sejauh mana kita tetap solid dan terus berada di tengah-tengah rakyat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Said juga menegaskan bahwa tuntasnya Musancab di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur bukanlah akhir dari proses konsolidasi organisasi. Justru, tahapan tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat struktur partai hingga ke tingkat paling bawah.
Setelah pembentukan dan penguatan struktur PAC rampung, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur akan melanjutkan agenda Musyawarah Ranting (Musranting) di seluruh wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, penguatan organisasi hingga level akar rumput merupakan langkah strategis agar partai tetap hidup, kuat, dan mampu menjalankan fungsi pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
"Setelah ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mempersiapkan Musyawarah Ranting di seluruh DPC se-Jawa Timur. Kita bersama-sama memastikan, dengan semangat gotong royong, konsolidasi partai tahun 2026 dapat kita tuntaskan. PDI Perjuangan harus memiliki struktur yang tetap, kuat, dan hidup hingga tingkat RW," katanya.
Kabupaten Lumajang dipilih sebagai lokasi penutup rangkaian Musancab karena menjadi daerah terakhir yang melaksanakan proses konsolidasi tingkat PAC di Jawa Timur. (Red)


Komentar