|
Menu Close Menu

Anggota DPD RI Ning Lia Turun ke Kampung, Ikut Lomba Kemerdekaan Bersama Warga Jemur Wonosari

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16.47 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat mengikuti perlombaan bersama warga Jemur Wonosari, Surabaya.(Dok/Istimewa).
Lensajatim.id, Surabaya– Tawa dan sorak warga pecah di sudut kampung Jemur Wonosari, Surabaya, Minggu pagi (9/8/2026). Di tengah gang sempit yang dihiasi bendera merah putih, puluhan warga berkumpul merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan.


Suasana semakin semarak dengan kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia. Ia memilih turun langsung dan berbaur dengan warga RT 07/RW 05 Kelurahan Jemur Wonosari, bahkan ikut bergabung dalam tim untuk mengikuti perlombaan.


Tanpa canggung, Ning Lia ambil bagian dalam lomba Jarik Puting Beliung, permainan tradisional yang menguji kekompakan dan keseimbangan peserta. Ketika kain jarik mulai diputar dan para peserta berusaha menjaga keseimbangan, suasana kampung sontak riuh oleh tawa, sorakan, dan tepuk tangan warga. 


Momen tersebut membuat sekat antara pejabat dan masyarakat seolah luruh. Semua peserta dan warga larut dalam suasana kebersamaan khas perayaan kemerdekaan.


“Lomba seperti ini sederhana, tapi punya makna besar. Ini bukan sekadar hiburan, tapi cara kita menjaga kebersamaan sekaligus melestarikan budaya,” ujar Ning Lia di sela kegiatan.


Bagi warga RT 07/RW 05 Jemur Wonosari, kehadiran Ning Lia juga dinilai bukan sekadar kunjungan simbolis. Ia benar-benar ikut merasakan keseruan sekaligus tantangan permainan yang mengandalkan kekompakan tim.


Anak-anak berlarian, ibu-ibu bersorak, sementara para bapak tak kalah semangat memberikan dukungan. Kampung tersebut seketika berubah menjadi panggung kebersamaan yang hangat dan penuh warna.


Ning Lia juga menekankan pentingnya menjaga tradisi permainan rakyat di tengah perkembangan era digital. Menurutnya, permainan seperti Jarik Puting Beliung memiliki nilai sosial yang penting karena mengajarkan kerja sama, keakraban, dan empati.


“Anak-anak sekarang perlu ruang seperti ini. Tidak hanya bermain gadget, tapi juga belajar bersosialisasi dan merasakan kebersamaan secara langsung,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua RT 07/RW 05 Jemur Wonosari, Ramadhany, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan tahunan. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul, mempererat hubungan, dan membangun suasana guyub.


“Ini momen warga untuk kumpul, guyub, saling kenal lebih dekat. Semangat kemerdekaan itu ya seperti ini kebersamaan,” ujarnya.


Ia menambahkan, kehadiran Ning Lia semakin membuat suasana kegiatan terasa meriah. Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia juga sempat membuat video bersama warga.


“Kalau ada Ning Lia pasti seru, tidak ada kelas, tidak ada perbedaan. Semua membaur dan membuat akrab dengan warga,” katanya.


Menurut Ramadhany, di tengah geliat kota besar seperti Surabaya, suasana sederhana di Jemur Wonosari menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni.


Kemerdekaan juga hadir melalui tawa, peluh, dan kebersamaan warga di tingkat paling akar.


“Ning Lia ini punya semangat luar biasa menghidupkan semangat agar Indonesia terus hidup hangat, sederhana, dan penuh makna,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar