|
Menu Close Menu

BEM STITA Resmi Dilantik, Dorong Kampus Menuju Institut

Senin, 24 Agustus 2026 | 20.07 WIB

Pelantikan Pengurus BEM STIT Aqidah Usymuni Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIT Aqidah Usymuni Sumenep resmi dilantik di Auditorium STITA, Senin (24/8/2026).


Pelantikan tersebut menjadi momentum istimewa karena berlangsung dalam suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Kegiatan itu dihadiri civitas akademika STITA, perwakilan organisasi mahasiswa (ormawa), BEM Sumenep, serta perwakilan mahasiswa STIT Aqidah Usymuni.


Presiden Mahasiswa (Presma) STIT Aqidah Usymuni, Moh. Luay, mengatakan pelantikan BEM bukan sekadar seremoni pengukuhan kepengurusan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk merefleksikan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW sekaligus semangat kemerdekaan.


“Momentum ini bukan sekadar pengukuhan, bukan sekadar pelantikan, melainkan momentum Maulid Nabi yang sekaligus menjadi pelantikan. Dari momentum ini kita bisa meneladani kepemimpinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ujarnya.


Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bahwa seorang pemimpin tidak hanya bertugas memberikan arahan dan perintah, tetapi juga harus mampu menjadi contoh bagi orang yang dipimpinnya.


Nilai keteladanan tersebut dinilai relevan dengan semangat mahasiswa dalam menjalankan amanah organisasi. Pengurus BEM diharapkan mampu menjadikan kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai salah satu landasan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.


Sementara itu, Ketua STIT Aqidah Usymuni, Dr. Ahmad Effendi, Lc., MA, berharap kepengurusan BEM yang baru dapat mengambil peran penting dalam mendorong kemajuan kampus.


“Saya mengharapkan BEM yang baru saja dilantik untuk bisa membantu serta memberikan dorongan dan dukungan untuk membawa STITA meraih cita-cita, dari sekolah tinggi beralih menjadi institut, dengan rencana menambah tiga program studi baru,” katanya.


Ia menilai dukungan dan kontribusi mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan cita-cita pengembangan STITA.


Momentum Maulid Nabi mengajarkan keteladanan dalam kepemimpinan. Sementara semangat kemerdekaan mengingatkan mahasiswa tentang pentingnya perjuangan, pengabdian, dan kontribusi bagi bangsa.


Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengurus BEM STITA dalam menjalankan amanah, sekaligus membawa organisasi dan kampus menuju arah yang lebih maju. (Yud) 

Bagikan:

Komentar