|
Menu Close Menu

Cukup Rp5 Ribu, Anda Sudah Bisa Menikmati Tajin Sobih, Kuliner Tradisional Khas Bangkalan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14.17 WIB

Holilah menyiapkan Tajin Sobih untuk pembeli. (Dok/Rif) 
Lensajatim.id, Bangkalan— Tajin Sobih masih menjadi salah satu kuliner tradisional khas Bangkalan yang banyak diminati masyarakat. Meski makanan tradisional kini berdampingan dengan berbagai pilihan kuliner modern, Tajin Sobih tetap memiliki pelanggan yang datang dari sejumlah daerah.

Salah satu penjual Tajin Sobih, Holilah, 35, masih mempertahankan usaha yang sebelumnya dijalankan oleh mertuanya. Ia berjualan di Jalan Trunojoyo No. 1, Pejagan, Bangkalan, tepatnya di depan Toko Pacific.


Holilah mengaku mulai berjualan Tajin Sobih setelah menggantikan mertuanya yang telah meninggal dunia. Sebelumnya, ia hanya membantu mertuanya berjualan dan tidak secara khusus diajari membuat Tajin Sobih.


“Dulu cuma bantuin mertua, sekarang sudah buat sendiri,” ujar Holilah, Kamis (20/8/2026).


Menurut Holilah, nama Tajin Sobih berkaitan dengan asal makanan tersebut. “Tajin” dalam bahasa Madura berarti bubur, sedangkan “Sobih” merupakan nama desa asal makanan tersebut, yakni Desa Sobih, Kecamatan Burneh, Bangkalan.


Dalam pembuatannya, Tajin Sobih menggunakan tepung beras, santan, serta gula merah. Holilah juga menambahkan ketan hitam sebagai salah satu bahan dalam Tajin Sobih yang dijualnya.


Ia mengatakan, makanan tersebut memiliki cita rasa yang khas dan telah dikenal sejak lama. Menurutnya, keberadaan Tajin Sobih sejak dahulu menjadi salah satu alasan makanan tersebut masih diminati hingga sekarang.


“Karena ini kan dari zaman dahulu, makanan zaman dahulu. Dulu mungkin mulai dari Rp500,” katanya.


Saat ini, Holilah menjual satu porsi Tajin Sobih dengan harga Rp5.000. Ia mulai berjualan sejak pukul 06.00 WIB dan biasanya selesai sekitar pukul 10.00 WIB, tergantung kondisi dagangan.


Pembelinya tidak hanya berasal dari sekitar lokasi berjualan. Holilah menyebut sejumlah pelanggan datang dari daerah yang cukup jauh, seperti Tanah Merah, Kamal, hingga Surabaya.


“Kalau dari luar enggak ada, tapi ada dari yang jauh-jauh, Tanah Merah, Kamal, Surabaya ada,” ujarnya.


Meski masih memiliki pelanggan, Holilah mengakui jumlah pembeli saat ini mulai berkurang dibandingkan sebelumnya. Ia menduga kondisi cuaca menjadi salah satu penyebabnya.


“Dulu sih ramai, sekarang mulai sepi karena cuaca mungkin ya,” tuturnya.


Namun, kondisi tersebut tidak membuat Holilah berhenti berjualan. Ia mengaku sejauh ini tidak mengalami kendala dalam menjalankan usaha Tajin Sobih.


Bagi Holilah, makanan tradisional tersebut juga masih disukai oleh anak-anak muda. Ia berharap dapat terus berjualan dan dagangannya selalu habis setiap hari.


“Ya bisa terus berjualan dan cepat laku sampai habis tiap hari,” harapnya. (rif)


Deskripsi:

Tajin Sobih masih menjadi salah satu kuliner tradisional yang diminati masyarakat. Salah satu penjualnya, Holilah, mempertahankan usaha yang sebelumnya dijalankan mertuanya dengan harga Rp5.000 per porsi.


Bagikan:

Komentar