|
Menu Close Menu

Dua Mahasiswa UTM Raih Juara 3 dan Gold Medal di Ajang Nasional Toba Essay Competition

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19.59 WIB

Puteri Diana Dhea Fadilah dan Muhammad Yusuf Bahtiar menunjukkan medali yang diraih dalam Toba Essay Competition. (Dok/Puteri). 
Lensajatim.id, Bangkalan— Dua mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Puteri Diana Dhea Fadilah dan Muhammad Yusuf Bahtiar, berhasil meraih Juara 3 sekaligus Gold Medal dalam ajang nasional Toba Essay Competition yang diselenggarakan oleh Kompeni.idn.


Kompetisi tersebut digelar pada 18 Agustus 2026 di Medan dan diikuti 22 kelompok dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Peserta terbagi dalam tujuh bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pertanian dan pangan, ekonomi, pariwisata dan kebudayaan, lingkungan, serta teknologi.


Pada bidang pertanian dan pangan, terdapat tiga kelompok peserta yang berasal dari Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dan Universitas Muhammadiyah Riau. Sementara peserta pada bidang lainnya berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Sumatera Utara, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Del, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hingga Politeknik Pembangunan Pertanian Medan.


Puteri merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan IPA UTM, sedangkan Muhammad Yusuf merupakan mahasiswa semester VII Program Studi Agribisnis UTM. Keduanya mengikuti kompetisi tersebut sebagai satu tim dengan mengangkat karya berjudul “SMART GREENHOUSE: Inovasi Pertanian Berbasis IoT dan Energi Terbarukan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan.”


Sebelum perlombaan, Puteri mengatakan, mereka terlebih dahulu menentukan ide dan konsep yang akan diangkat, kemudian melakukan riset dan mengembangkan karya. Persiapan dilanjutkan dengan beberapa kali evaluasi dan latihan presentasi agar karya dapat disampaikan secara maksimal.


“Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara kuliah dan persiapan lomba. Selain itu, dalam kerja tim tentu ada perbedaan pendapat. Namun, kami berusaha menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan saling menghargai,” ujar Puteri, Rabu (19/08/2026).


Sementara itu, Muhammad Yusuf mengatakan, pembagian waktu dilakukan dengan menerapkan skala prioritas dan mengatur jadwal. Kewajiban kuliah tetap menjadi prioritas, kemudian waktu lainnya disesuaikan untuk persiapan lomba.


“Saya biasanya membuat skala prioritas dan mengatur jadwal. Kewajiban kuliah tetap saya utamakan, kemudian saya menyesuaikan waktu untuk persiapan lomba,” ujar Muhammad Yusuf, Rabu (19/08/2026).


Dalam proses persiapannya, keduanya juga mendapat dukungan dari keluarga, teman satu tim, dan dosen pembimbing. Dukungan tersebut berupa arahan, motivasi, serta masukan selama proses pengembangan karya.


Setelah dinyatakan sebagai pemenang, Puteri mengaku senang dan bersyukur. Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses dan kerja keras yang telah dilakukan bersama tim sekaligus menjadi motivasi untuk terus mencoba dan berkembang.


“Saya tentunya merasa sangat senang dan bersyukur. Rasanya cukup lega karena semua proses dan usaha yang sudah dilakukan akhirnya mendapatkan hasil. Selain itu, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi saya untuk terus mencoba dan berkembang,” ungkap Puteri, Rabu (19/08/2026).


Muhammad Yusuf juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut mencoba berbagai kesempatan selama masa perkuliahan. Menurutnya, pengalaman dari setiap proses dapat menjadi pembelajaran untuk terus berkembang.


“Jangan takut untuk mencoba hal-hal baru dan mengikuti berbagai kesempatan yang ada selama menjadi mahasiswa. Tidak perlu terlalu takut gagal, karena dari proses tersebut kita bisa mendapatkan banyak pengalaman. Yang terpenting adalah berani mencoba, mau belajar, dan konsisten dalam menjalani proses,” ungkap Muhammad Yusuf, Rabu (19/08/2026). (Tik) 

Bagikan:

Komentar