![]() |
| Anggota DPD RI Lia Istifhama saat wawancara dengan wartawan.(Dok/Istimewa). |
Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai capaian tersebut layak diapresiasi karena diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai negara.
"Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ini tentu patut kita apresiasi. Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Jawa Timur mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat. Ini menunjukkan kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah bersama seluruh jajaran dan kolaborasi berbagai elemen mampu menjaga optimisme pembangunan Jawa Timur," ujar Lia saat ditemui di kantornya, Jumat (7/8/2026).
Menurut Lia, keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mulai terlihat pada membaiknya indikator kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur berada di angka 3,42 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 4,65 persen.
Lia menegaskan, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran merupakan ukuran penting dalam menilai kualitas pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga harus mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Pertumbuhan ekonomi akan semakin bermakna ketika dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika pengangguran menurun, kemiskinan berkurang, kesempatan kerja semakin terbuka, dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang, maka pertumbuhan itu memiliki kualitas yang semakin baik," katanya.
Ia juga mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, akademisi, pelaku UMKM hingga masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (6/8/2026) menyampaikan bahwa capaian pembangunan Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Khofifah menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, akademisi hingga masyarakat.
Kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang sejumlah sektor produktif. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 31,27 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 18,49 persen, serta sektor pertanian sebesar 10,87 persen.
Menurut Lia, struktur ekonomi tersebut menunjukkan Jawa Timur memiliki fondasi yang kuat karena ditopang sektor industri, perdagangan, dan pertanian yang saling mendukung. Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan di sektor-sektor tersebut terus diarahkan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat hingga ke daerah.
"Jawa Timur memiliki kekuatan yang lengkap, mulai dari pertanian, industri, perdagangan, UMKM hingga sumber daya manusia. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu terus dikoneksikan sehingga pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sampai tingkat bawah," tuturnya.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur itu berharap tren positif perekonomian Jawa Timur dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor padat karya, UMKM, ekonomi kreatif, pertanian, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Menurut Lia, langkah tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga semakin kuat dalam menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan.
"Prestasi ini harus menjadi energi untuk bekerja lebih kuat lagi. Kita tentu mengapresiasi capaian Ibu Gubernur Khofifah dan seluruh stakeholder di Jawa Timur. Selanjutnya yang perlu terus kita jaga adalah agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif, membuka kesempatan kerja yang lebih luas, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," pungkasnya. (Red)


Komentar