![]() |
| 11 Mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Sumenep KPM Internasional di Malaysia.(Dok/Istimewa). |
Keberangkatan rombongan dipimpin langsung Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Dr. Ahmad Effendi, Lc., M.A., didampingi Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kerja Sama Moh. Zainol Kamal, M.Pd., serta Wakil Ketua Bidang Keuangan Nufil Indriyani, M.Pd.I. Selain mendampingi pelaksanaan KPM, rombongan juga mengagendakan pengembangan kemitraan dengan sejumlah institusi pendidikan di Malaysia.
Ketua STIT Aqidah Usymuni Sumenep, Ahmad Effendi, mengatakan KPM Internasional merupakan program perdana yang diharapkan menjadi agenda berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah awal kampus dalam membangun jejaring internasional sekaligus memberikan pengalaman akademik dan sosial yang lebih luas kepada mahasiswa.
"KPM Internasional ini merupakan langkah awal STIT Aqidah Usymuni untuk membangun jejaring kerja sama di tingkat internasional. Insya Allah program ini akan terus dilaksanakan pada masa mendatang. Kami percaya sebelas mahasiswa yang kami kirim akan mampu memberikan pengabdian terbaik, membawa nama baik kampus, sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan sosial yang bermanfaat," ujar Ahmad Effendi.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, STIT Aqidah Usymuni juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga lembaga pendidikan di Malaysia, yakni Sanggar Bimbingan Mandiri Pantai Dalam di Selangor, Sanggar Bimbingan Mandiri Subang Mewah di Subang, serta Sanggar Bimbingan Mandiri Damansara Indah di Petaling Jaya.
Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kerja Sama, Moh. Zainol Kamal, menuturkan bahwa penguatan kerja sama internasional masih akan berlanjut. Pada Ahad, 2 Agustus 2026, pihaknya dijadwalkan menindaklanjuti proposal kerja sama dengan Sanggar Bimbingan Mandiri Permai di Penang.
Selanjutnya, pada Senin, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Singapura untuk membahas peluang kerja sama dengan Institut Pengajian Islam Pergas (IPIP).
Sementara itu, salah seorang peserta KPM yang akrab disapa Eyon mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Menurutnya, KPM Internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung perbedaan sistem pendidikan serta kehidupan sosial masyarakat Malaysia.
"Kegiatan KPM Internasional di Malaysia ini sangat luar biasa. Kami merasa mendapatkan pengalaman baru yang tidak akan kami lupakan. Di sini kami bisa melihat secara langsung perbedaan sistem pendidikan Indonesia dan Malaysia, sekaligus memahami kehidupan masyarakat negara tetangga dari sudut pandang yang lebih luas. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami," ungkapnya.
Melalui pelaksanaan KPM Internasional dan penguatan kemitraan lintas negara tersebut, STIT Aqidah Usymuni Sumenep menargetkan lahirnya berbagai program kolaborasi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa.
Judul ini dibuat lebih lugas, mudah dipahami, dan menonjolkan nilai utama berita, yakni pemberangkatan mahasiswa serta penguatan jejaring pendidikan internasional. (Sid)


Komentar