![]() |
| Tampak proses penebangan pohon.(Dok/Istimewa). |
Pengeprasan dan pemotongan sejumlah pohon dilakukan sejak Selasa (12/8/2026) hingga Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil koordinasi Pemerintah Desa Kendalpayak dengan Polsek setempat serta Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur
Kepala Desa Kendalpayak, Samsul Huda, mengatakan, pohon yang menjadi sasaran penanganan merupakan pohon yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara maupun pengguna jalan.
"Yang kami tangani adalah pohon-pohon yang kondisinya membahayakan pengguna jalan, terutama yang berada di tanah miring atau sangat miring," ujar Samsul Huda.
Beberapa jenis pohon yang dilakukan pengeprasan maupun pemotongan antara lain randu, mahoni, dan waru. Selama tiga hari pelaksanaan, sedikitnya 10 pohon telah ditangani.
Dalam kegiatan tersebut, terlihat pula dua unit kendaraan milik Dinas PU Bina Marga yang turut mendukung proses penanganan pohon di lokasi.
Menurut Samsul, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan setelah sebelumnya terjadi insiden pohon tumbang yang menimpa pengendara dan menyebabkan sembilan orang menjadi korban.
"Penebangan dan pengeprasan ini merupakan tindak lanjut dari insiden pohon tumbang yang menimpa sembilan korban sekitar dua minggu lalu. Kami tidak ingin kejadian serupa kembali terjadi," jelasnya.
Pemdes Kendalpayak berharap penanganan pohon rawan dapat meningkatkan keselamatan masyarakat yang melintas di jalur tersebut. Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait akan terus dilakukan untuk memetakan pohon-pohon lain yang berpotensi membahayakan, terutama menjelang kondisi cuaca yang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang. (Den)


Komentar