![]() |
| Pengurus PGRI Kabupaten Jember saat foto bersama Bupati Jember Muhammad Fawait.(Dok/Istimewa). |
Pernyataan ini disampaikan dalam audiensi yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin (24/8), yang dihadiri Ketua PGRI Jember Muhamad Abror Budianto, perwakilan Guru dan GTKN, serta Humas Pengurus Besar (PB) PGRI Ilham Wahyudi.
Pertemuan ini menjadi momen penting yang menegaskan sinergi antara organisasi profesi guru dan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Ratna, Sekretaris Guru dan Tenaga Pendidikan Nasional (GTKN) Jember, menyampaikan apresiasi mendalam atas kebijakan yang dikeluarkan Bupati Fawait.
Dalam audiensi tersebut, PGRI Kabupaten Jember bersama Bupati Muhamad Fawait mencapai kesepakatan penting untuk diperjuangkan secara berkelanjutan yakni meningkatkan status ASN P3K paruh waktu menjadi ASN P3K penuh waktu, serta memperjuangkan status ASN P3K penuh waktu untuk diangkat menjadi ASN. Kesepakatan ini menjadi tonggak baru peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di Jember.
"Kami berterima kasih kepada Ketua PGRI Bapak Abror bersama Humas PB PGRI yang telah mendampingi kami berdiskusi langsung dengan Bapak Bupati, Dinas Pendidikan, dan BKSDM. Alhamdulillah, berkat kebijakan Bupati Fawait, nasib guru non-ASN semakin diperhatikan," ujar Ratna.
"Kami siap mengawal dan memastikan impian kesejahteraan guru ini benar-benar terwujud secara merata dan berkelanjutan," tambahnya.
Ketua PGRI Kabupaten Jember, Abror, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya sekadar mendukung, tetapi juga berkomitmen penuh untuk terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan para guru hingga ke tingkat pusat.
"Alhamdulillah audiensi berjalan sangat baik, Bupati menerima kami dengan sangat baik. Beliau sangat mendukung keinginan kami untuk memperjuangkan nasib guru hingga ke tingkat pusat. Ini bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan," ungkap Abror.
Ia juga menegaskan satu hal yang menjadi kebanggaan sekaligus jaminan bagi seluruh tenaga pendidik di Jember tidak ada satu pun tenaga pendidik, baik paruh waktu maupun penuh waktu, yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Ditambah lagi, kuota penerimaan P3K di Kabupaten Jember tidak tertandingi oleh daerah lain.
Berdasarkan pencapaian dan komitmen tersebut, Abror mengajak seluruh elemen tenaga pendidik, baik yang berstatus paruh waktu maupun penuh waktu untuk bersatu mendukung seluruh kebijakan yang diambil pemerintah Kabupaten Jember.
"Karena itu, saya sebagai Ketua PGRI Jember mengajak semua rekan-rekan guru, tanpa terkecuali, untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah. Semakin bersatu kita, semakin cepat pendidikan di Jember maju, dan semakin baik pula kesejahteraan kita semua," tegas Abror.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan guru, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di seluruh Kabupaten Jember. (Eko)


Komentar