|
Menu Close Menu

Lewat Forum Konferancab IPNU-IPPNU, Kader Muda NU Didorong Berani Berinovasi dan Memimpin Perubahan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11.28 WIB

Kegiatan Pembukaan Konferensi Anak Cabang IPNU-IPPNU Pragaan di Aula Kiai Ahmad Basyir Khabiron, Kompleks Pondok Pesantren Arrahmah, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. (Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pragaan menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) IPNU-IPPNU Pragaan Tahun 2026, Jumat (7/8/2026), di Aula Kiai Ahmad Basyir Khabiron, Kompleks Pondok Pesantren Arrahmah, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.


Sebagai forum permusyawaratan tertinggi di tingkat kecamatan, konferensi ini menjadi momentum strategis bagi kader pelajar Nahdlatul Ulama untuk melakukan evaluasi organisasi, merumuskan arah gerakan dua tahun ke depan, sekaligus memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan IPNU dan IPPNU di Kecamatan Pragaan.


Sejak pagi hari, puluhan delegasi dari Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU se-Kecamatan Pragaan memadati lokasi kegiatan. Nuansa kekeluargaan, militansi kader, dan semangat regenerasi tampak begitu terasa dalam setiap rangkaian acara.


Konferensi tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, K. Hambali Makhtum, MM, jajaran pengurus MWCNU Pragaan, Ketua PC IPNU Kabupaten Sumenep Rekan Ainul Yaqin yang akrab disapa Mas Yayak, Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pragaan Rekan Jalaluddin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMKA) Pragaan, tokoh agama, para pembina, alumni, serta Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah sebagai tuan rumah penyelenggara.


Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa IPNU dan IPPNU tidak hanya dipandang sebagai organisasi pelajar, tetapi juga sebagai ruang kaderisasi strategis dalam menyiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama yang berkarakter, berilmu, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


Dalam sambutan pembuka, Ketua PAC IPNU Pragaan Masa Khidmat 2024–2026, Rekan Ach. Abrori, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya konferensi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kepengurusan selama dua tahun terakhir.


Ia mengaku berbagai program kerja yang terlaksana tidak lepas dari kerja sama seluruh pengurus, kader, pembina, alumni, dan keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pragaan.


"Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus PAC IPNU Pragaan, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membersamai perjuangan kami selama masa khidmat 2024–2026. Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah masih terdapat banyak kekurangan, kekhilafan, maupun program yang belum mampu kami tuntaskan secara maksimal," ungkapnya.


Ach. Abrori berharap kepengurusan yang akan datang mampu melanjutkan program-program baik yang telah dirintis, sekaligus menghadirkan inovasi baru demi kemajuan organisasi dan kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kecamatan Pragaan.


Sementara itu, Ketua PC IPNU Kabupaten Sumenep, Rekan Ainul Yaqin atau yang akrab disapa Mas Yayak, memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan PAC IPNU-IPPNU Pragaan yang dinilainya sebagai salah satu kepengurusan paling aktif dan progresif di Kabupaten Sumenep.


Menurutnya, berbagai kegiatan kaderisasi, pengembangan organisasi, hingga kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa PAC IPNU-IPPNU Pragaan memiliki semangat juang yang luar biasa.


"PAC IPNU dan IPPNU Pragaan telah menunjukkan kerja-kerja organisasi yang dahsyat dan luar biasa. Semangat kadernya hidup, program-programnya berjalan, dan mampu menjadi contoh bahwa organisasi pelajar NU tetap eksis serta berkembang di tengah tantangan zaman," ujarnya.


Ia berharap semangat tersebut terus dijaga oleh kepengurusan berikutnya sehingga IPNU dan IPPNU Pragaan semakin maju, mandiri, serta menjadi laboratorium kaderisasi bagi generasi muda Nahdlatul Ulama.


Dukungan juga datang dari Ketua Majelis Alumni IPNU-IPPNU Pragaan, Rekan Jalaluddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa para alumni memiliki tanggung jawab moral untuk terus membersamai perjalanan organisasi yang telah melahirkan banyak kader terbaik tersebut.


Menurutnya, hubungan antara alumni dan kader aktif tidak boleh terputus hanya karena telah selesai menjalani masa kepengurusan.


"Kami dari Majelis Alumni berkomitmen untuk terus hadir bersama IPNU dan IPPNU Pragaan. Alumni siap membantu, memberikan pendampingan, berbagi pengalaman, serta mendukung setiap langkah organisasi agar terus berkembang dan melahirkan kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, MM, memberikan apresiasi atas dedikasi dan capaian kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Pragaan Masa Khidmat 2024–2026 yang dinilai berhasil menjaga eksistensi organisasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


"IPNU dan IPPNU Pragaan masa khidmat 2024–2026 telah memberikan cerminan positif yang baik. Kaderisasi berjalan, aktivitas organisasi hidup, dan kehadiran pelajar NU semakin dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat," ujarnya.


Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana kader mampu menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat karakter kepemimpinan, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.


Pada kesempatan tersebut, K. Hambali juga menyampaikan pesan penting kepada para kader yang akan melanjutkan kepemimpinan organisasi. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki tiga karakter utama agar mampu membawa organisasi tetap relevan dan berkembang.


Pertama, mampu memimpin diri sendiri dengan menjaga integritas, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjalankan amanah. Kedua, mampu memimpin tim melalui sikap merangkul, mendengarkan, dan menggerakkan seluruh potensi anggota. Ketiga, mampu mengelola organisasi secara profesional melalui tata kelola yang baik, administrasi yang tertib, serta kemampuan membaca kebutuhan zaman.


"Pemimpin yang berhasil bukan hanya mampu mengatur organisasi, tetapi juga mampu mengendalikan dirinya sendiri. Ketika tiga karakter itu menyatu, organisasi akan memiliki arah yang jelas dan mampu menjawab tantangan masa depan," tegasnya.


Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini tidak lagi sederhana. Arus digitalisasi, perubahan sosial yang cepat, serta derasnya pengaruh budaya luar menuntut organisasi pelajar untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas keislaman dan ke-NU-annya.


Karena itu, ia mendorong seluruh kader agar berani berinovasi dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam menjalankan program-program organisasi.


"Organisasi tidak akan tumbuh jika hanya sibuk merencanakan tanpa berani melangkah. Lebih baik gagal saat mencoba daripada gagal karena tidak pernah mencoba. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh seluruh kader IPNU dan IPPNU," pesannya yang disambut tepuk tangan meriah peserta konferensi. 


Setelah agenda pembukaan, konferensi dilanjutkan dengan serangkaian sidang pleno yang meliputi pembahasan tata tertib, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus, sidang komisi, perumusan rekomendasi organisasi, hingga pemilihan Ketua PAC IPNU dan Ketua PAC IPPNU Pragaan masa khidmat berikutnya.


Melalui konferensi ini, diharapkan lahir kepemimpinan baru yang mampu memperkuat kaderisasi, memperluas jaringan organisasi hingga tingkat desa, serta menjadikan IPNU dan IPPNU sebagai wadah pengembangan potensi pelajar yang adaptif, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.


Di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat, Konferensi PAC IPNU-IPPNU Pragaan bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini menjadi penegasan bahwa kader muda Nahdlatul Ulama di Pragaan siap melanjutkan tradisi perjuangan, merawat nilai-nilai keagamaan, serta mengambil peran dalam membangun masa depan generasi muda yang berilmu, berakhlak, inovatif, dan berdaya saing. (MQ) 

Bagikan:

Komentar