Oleh: Firman Syah Ali
Lensajatim.id, Opini- Panitia Haul ke-266 Agung Toronan Pamekasan tadi malam berkumpul di rumah Ketua SAMAATOR KH Su'adi Masyhuri. Apa itu SAMAATOR? Kok mirip nama konglomerasi produsen dan pemasok gas industri serta gas medis pertama, terbesar, dan terkemuka di Indonesia?
SAMAATOR adalah singkatan dari Satu Majelis Anak Potoh Agung Toronan. Agung adalah gelar penghormatan tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Madura kepada bhuju' dari segala bhuju', atau leluhur dari segala leluhur.
Saat ini Ketua SAMAATOR adalah KH Suadi Masyhuri dan Careknya adalah KH Sufandi. Beliau berdua adalah Ahlul Balad, atau orang yang menghuni patobhin Agung Toronan.
Rapat dihadiri antara lain oleh tokoh nasional, KH Ilzamuddin Sholeh (Man Ilzam), pendiri sekaligus Ketua Naqobah Ansab Auliya' Tis'ah (NAAT). Bukan Man Ilzam saja potoh Agung Toronan yang menjadi tokoh nasional, ada juga Prof Mahfud MD, Abdullah Azwar Anas, KH Afifuddin Muhajir, KH Cholil Nafis, KHR Kholil As'ad Syamsul Arifin, KHR Ahmad Azaim Ibrahimi dan lain-lain.
Di jajaran Kepala Daerah, ada Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid, Bupati Jember KH Muhammad Fawaid, Bupati Probolinggo dr KH Muhammad Haris Damanhuri Romly, Wabup Probolinggo KH Fahmi Abdul Haq Zaini, Wabup Sampang KH Ahmad Mahfudz dan Wabup Sumenep KH Imam Hasyim. Tidak lupa mantan Bupati Pamekasan H Achmad Syafii dan KH Baddrut Taman juga merupakan dzurriyah Agung Toronan. Ya sejak tumbangnya Orde Baru memang banyak "KH" menjadi Kepala Daerah.
Diantara pesantren tamaddun yang didirikan dan diasuh oleh dzurriyah Agung Toronan adalah Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo, Wali Songo Mimbaan, Nurul Jadid Paiton, Al-Amien Prenduan, Al-Hamidy Banyuanyar, DALWA Bangil, Darul Ulum Banyuanyar, Mambaul Ulum Bata-bata, Miftahul Ulum Panyeppen, Al-Mujtama' Plakpak, Sumberanyar Tlanakan, Al-Falah Sumbergayam, Jrangoan Sampang, Tempurejo Jember, Nurul Yaqin Gunungsari, Darul Ulum Gersempal, Miftahul Ulum Bettet, Miftahul Ulum Banyuputih Lumajang, Miftahul Ulum Banyuayu, Miftahul Ulum Karang Durin, Al-Mubarak Lan-bulan, Al-Haramain Dhuwe' Pote, Darut Tauhid Injelan, Miftahul Ulum Bere’ Leke, Almajidiyah Palduding, Mambaul Ulum Bira, Bustanul Ulum Sumber Anom, Al Amien Glidigan, Darul Ulum Pakes, Al Islah Beringin, Miftahul Ulum Sumber Panjalin, Nurus Sholah Batulabang Akkor, Mambaul Ulum Batu Gungseng, Miftahul Amin Gudang, Mauidzul Amin Al-Islami Bunangkah, Nurul Islam Bunangkah, Raudhatul Iman Mandeleh Gaddu Barat, Al Is’af Kalaba’an Guluk-guluk sumenep, Al-Ihsan Jaddung, Al-Mukri As-Salafi Prenduan, Al-Bustan Dungdang, Hidayatut Tolibin Pragaan, Sumber Emas Rombiya Barat, Karang Cempaka Bluto, Nurul Asror Panggung Pakamban Daja, Al-Ibrohimy Masaran Sentol Dajah, Miftahul Ulum Polagan, Matsaratul Huda Panempan, At-Tauhid Panempan, Al-Inayah Sumber Batu, Ummul Quro Assuyuti Plakpak, Nahdhatut Ta’limiyah Plakpak, Sumber Manis Kowel, Al-Faqih Kowel, Al-Falah Branta Tinggi Tlanakan, Darul Akhlaq Plesteran Kowel, As-syahidul Kabir Sumber Batu, Al-Jufri Aeng Penai, At-Taufiq Karang Sari, Somber Geddang Talambeh, Besuk Probolinggo, Bustanul Ulum Bulugadding, Nurul Abror Ar-Robbani Alasbulu, Taman Baru Palenggiyen, Kayumanis Jungcangcang, Da’watul Khairot Branta Tinggi, Darut Tauhid Palpetto', dll
Dari kalangan Bani-bani ada Banu Itsbat Banyuanyar, Banu Abdul Hamid, Banu Nashiruddin, Banu Muallam Nagasari, Banu Dzul Faqih Batu Ampar, Banu Abdul Kodir Bulu, Banu Basaniyah Batu Ampar, Banu Iftikhori Langger Tenga Sampang, Banu Khotib dan Banu Mukri Oro Dhelem, Banu Raden Azhar Seda Bulangan, Banu Asroruddin Panggung Pakamban, Banu Bujuk Langger Keni’ Lok Manjung kokoan Sumenep, Banu Abdul Allam Prajjan, Banu Ummu Ghazali Blumbungan, Banu Hanafi Beringin, Banu Sukriwe Sumber Anyar, Banu Bashrowi Jungcangcang, Banu Murtadho, Banu Sulaiman Paeng Blega, Banu Abdul Hisan Jrengik, Banu Ummu Busyro Keppo Polagan, Banu ummu ra’ie sendang, dan ribuan pesantren serta Banu lainnya di seluruh nusantara.
Agung Toronan berasal dari Sumenep (Bani Cendana dan Katandur), Isteri beliau Nyai Agung berasal dari Bangkalan (Bani Cendana). Pangeran Katandur adalah dzurriyah Sunan Kudus yang berdakwah di ujung timur Madura (Sumenep), sedangkan Sunan Cendana adalah dzurriyah Sunan Ampel dan Sunan Giri yang berdakwah di ujung barat Madura (Bangkalan).
Setelah menikah, keduanya hijrah ke Pamekasan, berdukuh di sebelah utara kotaraja pamekasan dengan berbekal segenggam tanah dari Nyai Amina Lembung Binti Sunan Cendana (mertua Agung Toronan). Waktu itu Raja Pamekasan adalah R Ismail Adikoro dan Mufti Pamekasan adalah R Azhar di Bagandan.
Saat mondok di Sumur Koneng Bangkalan, Agung Toronan bersahabat karib dengan Gus Blungbang yang sama-sama Bani Katandur Sumenep, kemudian mereka berikrar untuk tidak saling berpisah hingga akhir hayat. Untuk mewujudkan ikrar tersebut mereka sepakat bila Agung Toronan punya anak perempuan, akan dinikahkan dengan dengan Gus Blungbang. Namun ternyata anak pertama Agung Toronan laki-laki, yaitu Kyai Panggung Toronan. Maka Gus Blungbang menunggu anak kedua Agung Toronan.
Ternyata anak kedua Gus Blungbang laki-laki lagi, yaitu Kyai Tengginah Toronan. Namun Gus Blungbang tetap sabar menunggu.
Barulah anak ketiga Agung Toronan seorang perempuan, yaitu Nyai Embuk Sumber Papan. Namun saat Nyai Embuk sudah memasuki usia pernikahan, Gus Blungbang sudah sangat lanjut usia, jenggotnya sudah putih, namun pernikahan tetap dilangsungkan. Waktu melangsungkan pernikahan tersebut, usia Gus Blungbang 60-70 tahunan, sedangkan Nyai Embuk baru belasan tahun. Akibat tautan usia yang jauh, GB dan Nyai Embuk hanya punya dua anak yaitu Kyai Hasan dan Nyai Siti Zulaiha.
Ketiga putera-puteri Agung Toronan di atas, oleh Allah SWT dikaruniai banyak keturunan yang dipercaya masyarakat untuk memimpin pesantren dan memimpin pemerintahan, contohnya dari Kyai Panggung Toronan ada Mahfud MD, Abdullah Azwar Anas, Al-Amien Prenduan, Sumbergayam, Bulugadding, Tempurejo, Sukorejo, Nurul Jadid, Karangdurin, DALWA, Lanbulan, injelan, Gunungsari, Al-Qodiri Jember.
Dari Kyai Tengginah Toronan ada Parammean Sreseh, Sumberanyar, Alfalah Branta Tinggi, dll
Sedangkan dari Nyai Embhuk ada Banyuanyar, Bata-bata, panyepppen, Al-Mujtama', Panjalin, Bettet, Polagan, Banyuayu, Gersempal dll
Jika ada keberatan terhadap isi manaqib ini, pembaca bisa menghubungi Carek Samaator KH Sufandi, sebab bahan tulisan saya di atas berdasarkan data dari beliau sebagai Munsib Toronan.
Semoga para dzurriyah Agung Toronan senantiasa diberi kekuatan dan bimbingan oleh Allah SWT dalam memimpin umat maupun pemerintahan secara jujur, adil dan bermanfaat. Semoga seluruh santri dzurriyah Agung Toronan menjadi insan kamil yang berguna untuk nusa bangsa, negara dan agamanya Aamiin Allahumma Aamiin.
*) Penulis adalah Pengurus Pusat Majelis Alumni IPNU/Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Pergerakan (ADP)/Panglima Nahdliyin Bergerak (NABRAK)/Ketua Umum KONU/Anggota SAMAATOR


Komentar