|
Menu Close Menu

MTs dan MA Kyai Mudrikah Rayakan HUT ke-81 dengan Kreativitas dan Pendidikan Kebhinnekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19.07 WIB

MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Pamekasan, merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dikemas bukan dengan sekadar ajang seremonial dan hiburan visual, melainkan laboratorium pembentukan karakter, pelestarian lingkungan, serta pendidikan kebinekaan bagi para santri. (Dok/Istimewa). 

Lensajatim.id, Pamekasan- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning Pamekasan, berlangsung semarak sekaligus sarat nilai edukasi. Digelar selama 14–18 Agustus 2026, rangkaian perayaan ini dikemas bukan sekadar ajang seremonial dan hiburan visual, melainkan laboratorium pembentukan karakter, pelestarian lingkungan, serta pendidikan kebinekaan bagi para santri.


Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Achmad Muhlis, menyampaikan bahwa perayaan kemerdekaan harus mampu memberikan pengalaman belajar langsung yang mendalam bagi peserta didik.


"Semangat kemerdekaan tidak diterjemahkan hanya melalui atribut merah putih dan perlombaan yang bersifat hiburan. Kami mengarahkannya menjadi pengalaman pembelajaran yang memungkinkan santri mengembangkan gagasan, bekerja sama, berkreasi, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif," ujar Achmad Muhlis.


Salah satu terobosan dalam perayaan tahun ini adalah digelarnya Lomba Web Kebangsaan. Melalui kompetisi tersebut, santri diajak memanfaatkan teknologi secara produktif untuk mengolah informasi, menyusun narasi positif, serta menyebarkan semangat nasionalisme di era digital.


Selain literasi digital, kepedulian lingkungan turut menjadi fokus utama melalui Lomba Kreativitas Kostum Santri. Menariknya, kostum yang diperagakan wajib memanfaatkan barang bekas dan bahan ramah lingkungan. Langkah ini sekaligus menjadi kritik terhadap pola pikir konsumtif dalam ranah pendidikan.


"Kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar. Justru keterbatasan dapat menjadi ruang lahirnya inovasi. Kualitas sebuah karya tidak identik dengan harga mahal, melainkan lahir dari ide yang baik, proses kreatif, ketelitian, dan kerja sama tim," tegas Achmad Muhlis.


Ketua Senat UIN Madura itu menambahkan, ragam bahan, ide, dan warna dalam kostum daur ulang tersebut secara tidak langsung menanamkan nilai kebinekaan dan keharmonisan sosial yang beretika, sesuai dengan ajaran agama dan norma masyarakat.


Seluruh rangkaian kegiatan dirancang memadukan aspek akademis, keterampilan sosial, hingga penanaman jiwa kepemimpinan. Kegiatan puncak akan ditutup pada 18 Agustus 2026 melalui Upacara Bendera, dilanjutkan dengan Pemutaran Film Kebangsaan serta Resepsi Kemerdekaan pada malam harinya.


Achmad Muhlis menekankan bahwa tantangan generasi muda saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik menuju pertempuran melawan kebodohan, disinformasi, intoleransi, hingga degradasi moral.


"Pendidikan kemerdekaan yang sejati tidak hanya melahirkan peserta didik yang mampu mengatakan 'Saya merdeka', tetapi juga manusia yang mampu bertanggung jawab atas kemerdekaannya," pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar