![]() |
| AKBP Wahyu Hidayat saat disambut di Mapolres Pamekasan, Jumat (31/7/2026). (Dok/Istimewa). |
Sejumlah ketua wadah jurnalis menyampaikan beragam catatan, harapan, hingga dorongan evaluasi kepada Kapolres Pamekasan yang baru. Masukan itu diarahkan untuk mendorong terwujudnya keterbukaan informasi, penegakan hukum yang profesional, serta kemitraan yang sehat antara kepolisian dan insan pers.
Aspirasi tersebut mencuat setelah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Hairul Anam, menyerap aspirasi dari para ketua wartawan di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (15/8/2026).
Asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers dari Madura itu mengapresiasi berbagai masukan dan harapan yang disampaikan para ketua wartawan Pamekasan kepada Kapolres AKBP Wahyu Hidayat.
“Saya intens komunikasi dengan AKBP Wahyu Hidayat. Tapi, tidak pernah ketemu. Hanya sebatas komunikasi via chat WhatsApp,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi UNIBA Madura itu.
Dalam serap aspirasi tersebut, Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Ongky Arista UA, menegaskan bahwa jurnalis dilatih untuk berkomunikasi langsung dengan sumber utama tanpa perantara.
Menurutnya, sikap terbuka dari pimpinan kepolisian akan sangat membantu wartawan dalam memperoleh informasi yang akurat dan berimbang untuk disampaikan kepada masyarakat.
“Kami berharap agar Kapolres baru menerapkan gaya komunikasi terbuka,” tegas Wakil Ketua PWI Pamekasan itu.
Penegasan senada disampaikan Ketua Jurnalis Center Pamekasan (JCP), Achmad Jadid. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik agar sinergitas antara kepolisian dan jurnalis dapat terbangun secara harmonis.
“Hubungan yang terjalin baik antara kedua pihak akan berdampak positif pada kondusivitas wilayah Pamekasan,” tegasnya.
Dari sudut pandang tata kelola dan penegakan hukum, Ketua Jurnalis Muda Pamekasan (JMP), Luthfiyadi, mendorong adanya perubahan dan transparansi di tubuh Polres Pamekasan.
Ia meminta Kapolres untuk mengutamakan pendekatan kemanusiaan, menuntaskan laporan-laporan masyarakat yang mandek, serta melakukan evaluasi terhadap jajaran mulai dari tingkat bawah hingga atas demi meningkatkan profesionalisme.
Sementara itu, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP), M. Khairul Umam, mengingatkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penindakan tindak pidana umum dan narkoba.
Ia menekankan pentingnya perhatian Polres Pamekasan terhadap berbagai persoalan lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah medis yang dinilai krusial bagi kesehatan masyarakat.
Dosen STAIFA Pamekasan itu juga mengingatkan Kapolres agar menguatkan mental. Sebab, menurutnya, Pamekasan merupakan kabupaten paling dinamis dibandingkan kabupaten lainnya di Madura.
Harapan agar kemitraan antara kepolisian dan pers dibangun secara setara juga disampaikan Ketua Paguyuban Insan Jurnalis Pamekasan (PIJP), Sujak Lukman.
Ia berharap Polres Pamekasan tidak tebang pilih dalam memberikan pelayanan maupun informasi kepada wartawan, baik yang berasal dari media besar maupun media kecil.
Sujak juga mendorong kolaborasi profesional yang saling menguntungkan dengan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik bagi wartawan dan Kode Etik Polri bagi kepolisian.
“Melalui kerja sama ini, polisi terbantu dalam menyebarkan informasi publik, sementara wartawan memperoleh data yang akurat dan cepat demi mencerdaskan masyarakat serta menjaga kondusivitas daerah,” tukasnya. (Red)


Komentar