![]() |
| Pelatihan dan Praktik Teknologi Mesin Infrared Dryroom (Mitra 2 BUMDes). (Dok/Istimewa). |
Program tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026.
Melalui program bertajuk PDB Penguatan Perekonomian Masyarakat Desa melalui Pengolahan Hasil-Hasil Laut Berbasis Inovasi Teknologi di Desa Sambibulu, Sidoarjo, Unitomo mengintegrasikan potensi agrowisata, eduwisata, pertanian hortikultura, produk olahan, serta kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi desa.
Program tersebut berlangsung sejak 1 Juni hingga 15 Desember 2026. Tim dosen Unitomo juga melibatkan anggota tim dari Universitas WR. Soepratman (Unipra) dan empat mahasiswa Unitomo.
Tim PDB Unitomo diketuai Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., dengan anggota Prof. Dr. Dra. Liosten Rianna Roosida Ully Tampubolon, Prof. Dr. Ir. Fadjar Kurnia Hartati, M.P., dan Ony Kurniawati, S.E., M.M., serta melibatkan anggota tim dari Unipra.
Pengembangan program diperkuat melalui sinergi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Sambi Horti dan BUMDes Sambi Madu.
P4S Sambi Horti berperan pada sektor hulu melalui produksi hortikultura dan penyediaan bahan baku. Sementara BUMDes Sambi Madu mengembangkan sektor hilir melalui ekowisata air, kafe, lapak UMKM, pengolahan produk, kerajinan batik jumputan, persewaan alat pertanian, hingga pemasaran.
“Program PDB ini merupakan bentuk nyata kontribusi Unitomo dalam menjembatani inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kami ingin teknologi tepat guna dan penguatan kelembagaan ini benar-benar berdampak pada peningkatan efisiensi, nilai tambah produk, dan kesejahteraan masyarakat Desa Sambibulu secara berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., Ketua Tim PDB Desa Sambibulu.
Penguatan ekonomi berbasis potensi lokal tersebut menjadi penting karena Desa Sambibulu memiliki modal sosial dan daya tarik wisata yang kuat setelah meraih Juara I Desa Wisata Kabupaten Sidoarjo.
Namun, masyarakat masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya produktivitas tanaman jambu biji merah yang menurun karena sebagian pohon telah berusia lebih dari 10 tahun, keterbatasan air pada musim kemarau, serta proses pengeringan produk olahan secara konvensional yang membutuhkan waktu tiga hingga lima hari dan rentan terhadap kontaminasi.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim PDB menerapkan dua inovasi teknologi tepat guna berbasis standar operasional prosedur (SOP), yakni Smart Irrigation berbasis Internet of Things (IoT) di P4S Sambi Horti dan Dry Room Infrared di BUMDes Sambi Madu.
Anggota Tim PDB dari Unipra, Ony Kurniawati, menjelaskan sistem irigasi pintar tersebut memanfaatkan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler, pemantauan digital, dan relay otomatis untuk mengatur penyiraman secara lebih presisi.
“Melalui sistem ini, penggunaan air dapat dioptimalkan hingga 80 persen, produktivitas jambu biji merah meningkat hingga 50 persen, dan proporsi buah kualitas premium dapat mencapai 80 persen. Sementara itu, Dry Room Infrared mampu memangkas waktu pengeringan pascapanen dari tiga hingga lima hari menjadi enam hingga delapan jam tanpa bergantung pada kondisi cuaca, sekaligus menjaga higienitas produk,” jelas Ony.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua P4S Sambi Horti, Ahmad Irdhoni, karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan potensi desa.
“Teknologi yang diterapkan membantu kami bekerja lebih efisien, terutama dalam pengelolaan air dan peningkatan kualitas hasil pertanian. Pendampingan Unitomo dan Unipra juga membuat kami semakin memahami pentingnya pengelolaan usaha secara terukur dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain penerapan teknologi tepat guna, program PDB Unitomo juga memperkuat sektor hulu melalui rotasi tanaman, teknik cangkok dan stek, serta penyediaan bibit unggul terstandarisasi dengan tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) mencapai 95 persen.
Pada aspek manajemen usaha, masyarakat mendapatkan pendampingan dalam penyusunan SOP, pembukuan digital, penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), strategi pemasaran digital, hingga pengembangan kemitraan bisnis business-to-business (B2B).
Berdasarkan laporan program, intervensi tersebut telah mencatat capaian peningkatan omzet hingga 70 persen dan peningkatan kapasitas tata kelola sebesar 70 persen. Program tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama dengan dua reseller dan dua retailer.
Integrasi antara produksi, pengolahan, pemasaran, dan wisata edukasi diharapkan semakin memperkuat ekosistem ekonomi Desa Sambibulu.
Pengunjung tidak hanya dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi, seperti sepeda bebek, flying fox, kolam renang, dan kafe, tetapi juga memperoleh pengalaman edukatif mengenai pertanian modern, pengolahan produk, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Melalui pendekatan tersebut, PDB Unitomo tidak sekadar menghadirkan transfer teknologi. Program ini diarahkan menjadi model pemberdayaan yang memperkuat kelembagaan masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas peluang usaha, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Sambibulu, Kabupaten Sidoarjo, secara berkelanjutan. (Red)


Komentar