|
Menu Close Menu

Gelar Sosdapil MPR RI, Jiddan Ajak Masyarakat Rawat Kebinekaan dan Perkuat Toleransi

Rabu, 16 September 2026 | 13.06 WIB

Anggota MPR RI Thoriq Majiddanor atau Jiddan, saat dalam kegiatan Sosdapil MPR RI di Manyar, Gresik.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Gresik – Upaya merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Daerah Pemilihan (Sosdapil) MPR RI ke-6.


Kegiatan tersebut digelar Anggota MPR RI Fraksi NasDem Thoriq Majiddanor, yang akrab disapa Jiddan, di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Rabu (16/9/2026).


Kegiatan dihadiri sekitar 150 peserta. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Manyar, mulai dari tokoh agama, takmir masjid, pemuda, tokoh masyarakat hingga kader PKK.


Jiddan mengemas Sosdapil kali ini tidak sekadar sebagai forum penyampaian materi Empat Pilar MPR RI. Ia memberikan ruang lebih besar kepada peserta untuk berdialog dan menyampaikan berbagai persoalan yang ditemui langsung di tengah masyarakat.


“Materi saya sampaikan secara singkat, tetapi substansinya kami perdalam. Setelah itu, porsi terbesar justru kami berikan untuk dialog. Saya ingin mendengar langsung apa yang terjadi di masyarakat,” kata Jiddan kepada awak media.


Jiddan menekankan, kebinekaan bukan sekadar kenyataan bahwa masyarakat Indonesia memiliki perbedaan agama, suku, budaya maupun latar belakang sosial.


Menurutnya, kebinekaan merupakan modal kebangsaan yang harus terus dirawat agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber perpecahan.


Karena itu, tantangannya bukan menghilangkan perbedaan. Masyarakat justru harus mampu mengelola perbedaan tersebut menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama.


“Persatuan tidak berarti kita harus menjadi sama. Justru Indonesia dibangun dari keberagaman. Yang harus kita bangun adalah kesediaan untuk hidup bersama dalam perbedaan, saling menghormati dan mencari titik temu sebagai sesama warga bangsa,” ujarnya.


Suasana kegiatan semakin hidup ketika sesi pemaparan beralih ke dialog. Peserta diberi kesempatan menyampaikan pandangan, pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.


Diskusi berlangsung cukup dinamis. Peserta menghubungkan materi kebangsaan dengan realitas kehidupan masyarakat sehari-hari.


Berbagai persoalan berkaitan dengan kehidupan sosial, toleransi, hubungan antarwarga, kehidupan keagamaan, peran pemuda, keluarga hingga perkembangan media sosial menjadi bagian dari pembahasan.


“Kalau masyarakat hanya mendengarkan, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang mereka rasakan. Karena itu saya lebih senang kalau forum seperti ini hidup, peserta berani berbicara dan kita bisa mendengar langsung persoalan yang ada,” tuturnya.


Ia menilai dialog langsung dengan masyarakat penting agar anggota MPR RI tidak hanya memahami persoalan dari perspektif kebijakan di tingkat nasional.


Menurutnya, dialog tersebut juga diperlukan untuk mengetahui bagaimana berbagai persoalan dirasakan masyarakat secara langsung di tingkat desa.


“Suara masyarakat harus menjadi bagian dari proses kebangsaan. Karena itu, Sosdapil bukan hanya kesempatan bagi saya untuk menyampaikan, tetapi juga kesempatan bagi saya untuk mendengar,” kata Jiddan. (Had) 

Bagikan:

Komentar