|
Menu Close Menu

Harlah ke-20 Pondok Pesantren Al-Fatimah, Ning Lia Bikin Suasana Makin Seru

Kamis, 17 September 2026 | 12.08 WIB

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat hadir dalam acara Harlah ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Bojonegoro.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Bojonegoro– Keseruan kembali tercipta saat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, hadir di tengah-tengah santri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Bojonegoro, dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-20, Minggu (13/9/2026). Senator yang akrab disapa Ning Lia itu langsung dikerubungi santri yang ingin bersalaman, menyapa, hingga mengabadikan foto bersama.


Suasana yang semula berlangsung khidmat pun menjadi semakin riuh dan penuh keakraban. Ning Lia melayani para santri satu per satu dengan senyum, sesekali bercanda dan berbincang ringan.


Momen tersebut bukan kali pertama terjadi. Dalam sejumlah kegiatan Al-Fatimah sebelumnya, termasuk kegiatan jalan sehat, kehadiran Ning Lia juga kerap menciptakan suasana gayeng dan dekat dengan para santri.


Bagi politisi cantik, antusiasme para santri menjadi gambaran bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi generasi muda.


“Santrinya bahagia sekali. Ini menunjukkan bahwa pesantren adalah wajah pendidikan kita. Ada proses edukasi yang bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga menyentuh hati para santri,” ujar politisi pecinta batik.


Ia mengaku melihat banyak perkembangan di Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah. Perubahan itu tidak hanya terlihat dari sisi fasilitas dan pembenahan fisik, namun juga dari kemampuan pesantren mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai pendidikan, agama dan pembentukan karakter.


Menurut senator mantan model, lembaga pendidikan pesantren perlu terus memahami kebutuhan generasi muda. Pendidikan, kata dia, harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sekaligus menumbuhkan mimpi dan cita-cita besar bagi para santri.


“Pesantren ini memahami kebutuhan zaman. Mereka membaca apa yang dibutuhkan masyarakat dan apa yang diperlukan agar santri terus memiliki cita-cita. Ini yang menurut saya luar biasa,” katanya.


Memasuki usia dua dekade, Ning Lia berharap Al-Fatimah terus berkembang menjadi pesantren yang semakin kuat secara kelembagaan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.


“Kita mendoakan Pondok Pesantren Al-Fatimah senantiasa berkah, sukses dan jaya, serta terus memberikan pengabdian yang luar biasa untuk bangsa. Semoga reputasinya terus terjaga dan menjadi salah satu pesantren percontohan di Indonesia,” tutur politisi humanis.


Keseruan peringatan Harlah ke-20 tersebut kemudian berlanjut dengan peluncuran kolaborasi KBIHU Al-Fatimah bersama PT Insan Madani Wisata atau Imawa Tour & Travel. Ning Lia turut mengikuti prosesi pemotongan balon sebagai simbol dimulainya kerja sama tersebut.


Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan, bimbingan serta pendampingan masyarakat dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.


Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., mengatakan perjalanan 20 tahun menjadi momentum penting bagi perkembangan pesantren.


“Alhamdulillah, lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sudah lengkap, mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP dan SMA, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah,” ujar KH Tamam.


Menurutnya, pengembangan Al-Fatimah tidak berhenti pada pendidikan formal. Pesantren juga berupaya memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai pelayanan, termasuk haji dan umrah.


“Kita akan melayani umat agar perjalanan ibadah haji dan umrahnya lancar dan barokah,” katanya.


KH Tamam berharap Harlah ke-20 menjadi energi baru untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi pesantren.


“Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” tegasnya.


Peringatan Harlah ke-20 tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha asal Pamekasan H. Khairul Umam atau Haji Her, keluarga besar pesantren, alumni, wali santri serta tamu undangan.


Di penghujung acara, keseruan kembali terlihat ketika sejumlah santri masih terus mendekati Ning Lia. Ada yang meminta berjabat tangan, berbincang singkat, hingga berfoto bersama. Momen sederhana itu menjadi warna tersendiri dalam perayaan dua dekade Al-Fatimah sekaligus menggambarkan kedekatan Ning Lia dengan generasi muda pesantren. (Red) 

Bagikan:

Komentar