|
Menu Close Menu

Mahasiswa KPM STIT Aqidah Usymuni Latih Warga Desa Campor Barat Buat Sabun Organik

Kamis, 03 September 2026 | 20.59 WIB

Kegiatan KPM Posko 1 Mahasiswa STIT Aqidah Usymuni Terate Sumenep di Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Posko 1 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni Terate Sumenep menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci organik mandiri bersama ibu-ibu Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9).


Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Campor Barat itu dimulai pukul 12.00 WIB. Pelatihan berlangsung hangat, interaktif, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.


Program tersebut merupakan bagian dari program kerja berbasis pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode ini dipilih untuk memastikan kegiatan tidak berhenti sebagai seremonial, tetapi dapat menjadi program berkelanjutan (sustainable program).


Selain memberikan manfaat ekonomi, pelatihan tersebut juga diarahkan untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan.


Dalam praktiknya, mahasiswa KPM Posko 1 memanfaatkan bahan alami yang ramah lingkungan dan mudah ditemukan di sekitar pemukiman.


Bahan yang digunakan antara lain ekstrak daun pandan sebagai pemberi aroma wangi alami sekaligus pewarna hijau segar, perasan jeruk nipis untuk membantu meluruhkan lemak dan memberikan kesegaran, garam dapur sebagai pengental, serta teksapon sebagai bahan pembuat busa (surfactant).


Di atas tikar Balai Desa Campor Barat, mahasiswa dan ibu-ibu PKK duduk bersama meracik bahan-bahan tersebut.


Peralatan yang digunakan cukup sederhana, seperti blender, ember, mangkuk plastik, dan saringan. Peralatan itu digunakan untuk memperagakan proses ekstraksi daun pandan hingga pencampuran bahan cair secara bertahap.


Para mahasiswa juga memberikan petunjuk teknis mengenai perbandingan takaran bahan. Hal ini dilakukan agar sabun yang dihasilkan memiliki kualitas pembersih yang optimal, namun tetap aman bagi kulit.


Ketua Posko 1 KPM STIT Aqidah Usymuni, Zainatus Solehah, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi keluarga di Desa Campor Barat.


Melalui keterampilan membuat sabun cuci organik, warga diharapkan dapat menekan pengeluaran belanja rumah tangga bulanan.


Selain itu, keterampilan tersebut juga dinilai membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru berbasis produk ramah lingkungan.


Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti praktik dan berdiskusi mengenai pembuatan sabun organik.


“Program pembuatan sabun organik ini sangat ramah lingkungan dan mudah dibuat. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dapat diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga kita bisa memanfaatkan apa yang ada di sekeliling kita,” ungkap Ibu Dian, salah satu anggota PKK.


Hal senada disampaikan Ibu Mariatul Kibtiah. Menurutnya, keterampilan baru tersebut memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan bagi warga setempat.


“Pembuatan sabun organik dari pandan dan jeruk nipis ini sangat bisa dijadikan peluang wirausaha kecil-kecilan bagi ibu-ibu PKK di sini,” tuturnya.


Ibu-ibu PKK Desa Campor Barat menyambut positif kegiatan pengabdian tersebut. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai teknik pengawetan sabun serta variasi bahan alami lain yang dapat dimanfaatkan.


Melalui kolaborasi tersebut, KPM STIT Aqidah Usymuni Posko 1 berharap keterampilan yang telah dibagikan dapat terus diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh warga Desa Campor Barat di masa mendatang. (Sid) 

Bagikan:

Komentar