![]() |
| Ali Hasan Mun'im bersama Ketua Umum HIPKA H. Kamrussamad, Ph.D saat Silaturahmi kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Ponpes Tebuireng Jombang.(Dok/Istimewa) |
Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP HIPKA), Ali Hasan Mun’im, menyampaikan ucapan selamat sekaligus kesiapan membangun sinergi dengan PBNU, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Nahdliyin.
Gus Kikin terpilih dalam Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Ia menggantikan Ketua Umum PBNU sebelumnya, KH Yahya Cholil Staquf.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang tersebut ditetapkan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) berdasarkan musyawarah mufakat pada Senin (31/8/2026), setelah sebelumnya memperoleh restu tertulis Rais Aam terpilih, KH Miftachul Akhyar.
Dalam proses penjaringan calon Ketua Umum PBNU, Gus Kikin memperoleh 472 suara dari total 2.397 suara yang masuk dan menempati posisi teratas.
Ali Hasan Mun’im, yang merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jember, berharap Gus Kikin mampu menjalankan amanah kepemimpinan PBNU dengan baik.
“Pertama tentu kami mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU, semoga beliau bisa menjalankan amanah dengan baik,” ucap pria yang akrab disapa Ali Hasan tersebut.
Menurut Ali Hasan, pengalaman Gus Kikin di lingkungan profesional, pesantren, dan organisasi menjadi modal penting untuk memimpin organisasi sebesar NU selama lima tahun ke depan.
“Menurut saya Gus Kikin adalah orang yang tepat menakhodai organisasi besar seperti NU. Beliau memiliki pengalaman profesional, memahami dunia pesantren dan organisasi,” kata Ali Hasan.
Ia menilai tantangan NU ke depan tidak hanya menyangkut persoalan keagamaan dan sosial, tetapi juga adaptasi era digital, pergeseran demografi kelas menengah, perubahan sosial, serta kebutuhan memperkuat kemandirian ekonomi umat.
“Tantangan NU ke depan meliputi adaptasi era digital, pergeseran demografi kelas menengah, perubahan sosial, serta kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.
Ali Hasan menyebut besarnya jumlah warga Nahdliyin merupakan potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif. Banyak warga NU telah menjadi pelaku usaha dalam berbagai skala dan sektor, namun masih membutuhkan peningkatan kapasitas, pendampingan, akses jejaring bisnis, serta pemanfaatan teknologi agar mampu berkembang dan bersaing.
Karena itu, HIPKA siap membuka ruang kolaborasi dengan NU melalui program pengembangan kewirausahaan, pendampingan UMKM, digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas pengusaha hingga perluasan akses pasar.
“HIPKA tentu siap bersinergi dengan NU. Kami ingin ikut berkontribusi dalam mendorong warga Nahdliyin yang memiliki usaha agar semakin kuat, profesional, naik kelas dan mampu menciptakan lapangan kerja,” tegasnya.
Menurut Ali Hasan, penguatan jejaring antarpelaku bisnis juga penting untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Posisi NU sebagai organisasi dengan basis jamaah yang luas dinilai menjadi kekuatan strategis jika diikuti pengembangan sektor ekonomi secara terarah.
“NU adalah ormas paling besar di Indonesia. Tentu jamaahnya banyak yang mempunyai usaha-usaha produktif. Itu merupakan kewajiban HIPKA untuk bersinergi dengan NU dalam hal berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.
Selain memimpin BPP HIPKA, Ali Hasan dalam ucapan resminya juga tercantum sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pembiayaan Fiskal Perumahan. Pengalaman dan jejaringnya di dunia usaha dinilai dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi lebih luas dengan berbagai sektor.
Ali Hasan berharap kerja sama NU, HIPKA, dan berbagai unsur dunia usaha dapat diwujudkan dalam program konkret yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama membuka peluang usaha, memperbesar skala bisnis warga, serta menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kalau kekuatan jamaah NU yang sangat besar dipadukan dengan pengalaman dan jejaring dunia usaha, saya kira akan lahir banyak peluang ekonomi baru. Ini yang harus kita dorong bersama,” katanya.
Ali Hasan juga mendoakan agar Gus Kikin diberikan kemampuan menjalankan amanah sebagai Ketua Umum PBNU hingga berakhirnya masa khidmah pada 2031. Ia berharap kepemimpinan baru membawa NU semakin kuat dalam menjalankan perannya bagi masyarakat, termasuk membangun kemandirian ekonomi umat. (Had)


Komentar