|
Menu Close Menu

Jualan Basreng Jadi Sumber Penghasilan Lailatul Mukarromah untuk Bantu Ekonomi Keluarga

Rabu, 02 September 2026 | 01.09 WIB

Lailatul Mukarromah saat proses packing basreng. (Dok/Lailatul). 
Lensajatim.id, Bangkalan— Berawal dari keinginan memiliki penghasilan tambahan, Lailatul Mukarromah, 21, warga Kampung Kencat, Bancaran, Bangkalan, menjalankan usaha camilan Basreng Mbak Lela. Usaha yang telah berjalan sekitar dua tahun itu kini menjadi salah satu sumber penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga.


Lailatul menjalankan usaha tersebut di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, mengajar les, dan bekerja di kafe. Ia memilih berjualan camilan karena produknya banyak disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.


“Alasan berjualan karena ingin mempunyai penghasilan tambahan dan jajanan ini banyak disukai anak-anak hingga dewasa, apalagi Gen Z,” kata Lailatul, Selasa (01/09/2026)


Basreng Mbak Lela tidak diproduksi sendiri. Lailatul membeli basreng dan sejumlah camilan lain dalam jumlah besar, kemudian mengemasnya kembali menggunakan pouch yang praktis dan menambahkan stiker sebagai identitas produk.


Dalam sekali belanja, ia dapat membeli sekitar 10 kilogram produk. Selain basreng, ia menjual makaroni, kerupuk seblak, keripik kaca, soes cokelat, kulit, dan usus dengan varian rasa pedas daun jeruk serta original.


Menurut Lailatul, kemasan yang menarik dan mudah dibawa menjadi salah satu keunggulan produknya. Ia juga menjaga kualitas rasa agar tidak gosong atau pahit.


Harga produknya mulai Rp5.000 hingga Rp6.000 per kemasan. Dalam sehari, rata-rata 20 hingga 50 kemasan dapat terjual. Pemasaran dilakukan secara daring dan langsung kepada konsumen, serta melalui titip jual di kantin kampus dan sekolah di Bangkalan hingga reseller.


Pelanggan Basreng Mbak Lela berasal dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa.


Usaha tersebut dirintis menggunakan tabungan dari hasil bekerja di kafe. Pada awalnya, Lailatul menawarkan produk kepada teman-teman kuliahnya dan melayani penjualan secara daring dengan sistem cash on delivery (COD).


Menjalankan usaha di tengah berbagai kesibukan bukan tanpa kendala. Lailatul terkadang kewalahan melakukan proses pengemasan sendiri karena harus membagi waktu antara kuliah, mengajar les, bekerja di kafe, dan mengelola usaha.


Meski demikian, hasil dari usaha tersebut kini turut membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Lailatul juga menggunakan penghasilannya untuk membantu kebutuhan keluarga karena tinggal bersama sang ibu yang tidak bekerja.


“Alhamdulillah penghasilan dari menjual basreng ini mencukupi kebutuhan sehari-hari saya dan mencukupi kebutuhan keluarga,” ujarnya.


Dari usaha tersebut, Lailatul juga mulai mampu menabung dan membeli kebutuhan menggunakan uang hasil kerja sendiri tanpa berutang. Kemampuan memenuhi kebutuhan sendiri sekaligus membantu keluarga menjadi salah satu pencapaian yang dirasakannya selama menjalankan usaha.


Ke depan, Lailatul berharap Basreng Mbak Lela semakin berkembang, memiliki lebih banyak reseller, dan semakin dikenal konsumen. (rif)

Bagikan:

Komentar