|
Menu Close Menu

Anggota Komisi X DPR RI Gus Hilman Sambut Positif Rencana Presiden Prabowo Berikan IFP untuk Sekolah NU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 06.54 WIB

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi atau yang akrab disapa Gus Hilman memberikan dukungan dan mengapresiasi kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang berencana memberikan panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) kepada sekolah-sekolah Nahdlatul Ulama (NU).


Menurut Gus Hilman, kebijakan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan lembaga pendidikan saat ini. Apalagi, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran semakin penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan.


Apresiasi itu bukan tanpa alasan. Gus Hilman mengaku setiap turun ke lapangan di daerah pemilihannya (dapil), dirinya kerap menerima keluhan dari kepala sekolah dan guru madrasah mengenai keterbatasan fasilitas pembelajaran digital.


"Karena setiap turun lapangan di dapil, banyak kepala sekolah dan guru madrasah yang mengeluhkan hal tersebut," ucapnya, Kamis (27/08/2026).


Ia menilai, rencana penyediaan IFP bagi sekolah NU menunjukkan adanya perhatian terhadap pemerataan fasilitas pendidikan.


"Ini menunjukkan perhatian yang sama terhadap lembaga pendidikan, tidak ada disparitas dan kesenjangan kebijakan," lanjut Gus Hilman.


Menurutnya, pemerataan sarana pendidikan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas teknologi tidak boleh tertinggal hanya karena persoalan kemampuan pembiayaan.


Karena itu, dukungan pemerintah terhadap sekolah dan madrasah, termasuk lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat, perlu terus diperkuat. Dengan fasilitas yang memadai, guru akan lebih mudah mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif, sementara siswa mendapat pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Gus Hilman berharap rencana tersebut dapat direalisasikan secara merata dan tepat sasaran. 


Dengan demikian, transformasi digital pendidikan tidak hanya dinikmati sekolah yang sudah memiliki fasilitas lengkap, tetapi juga dirasakan sekolah NU dan madrasah di berbagai daerah.


Kebijakan tersebut, kata dia, pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan, yakni memperkecil kesenjangan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi seluruh peserta didik. (Red) 

Bagikan:

Komentar