![]() |
| Penampilan grup musik tong-tong Mega Remmeng.(Dok/Istimewa). |
Grup yang dikenal dengan ciri khas dekorasi hitam putih tersebut memulai sesi pemanasan pada pukul 20.01 WIB, setelah Grup Musik Tong-Tong SBR menyelesaikan penampilan pemanasannya.
Pada kesempatan itu, Mega Remmeng memperkenalkan aransemen terbaru berjudul “Gelleng Soko”.
Lagu tersebut dimainkan dengan penuh semangat, kekompakan, dan harmonisasi yang memukau. Penampilan itu pun langsung mengundang antusiasme penonton yang memadati area festival.
Suasana semakin meriah ketika penonton dari berbagai daerah berbondong-bondong mengabadikan penampilan Mega Remmeng menggunakan telepon genggam mereka.
Dari sisi depan, kanan hingga kiri dekorasi milik Mega Remmeng, masyarakat tampak memenuhi lokasi untuk menikmati alunan musik yang dinilai mampu menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus memberikan kesejukan bagi para penikmatnya.
Mega Remmeng merupakan grup musik tong-tong yang berasal dari Kampung Kasur Pasir Putih, Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, atau wilayah paling timur Pulau Madura.
Sejak berdiri hingga saat ini, grup tersebut tetap mempertahankan identitas dekorasi hitam putih bersama Kuda Historisnya yang telah melekat kuat di hati para penggemarnya.
Tak hanya itu, Mega Remmeng juga masih mempertahankan simbol “Arya Kuda Panole” sebagai identitas grup.
Konsep dekorasi yang diusung pada tahun ini pun tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut menjadi bentuk konsistensi Mega Remmeng dalam menjaga karakter dan filosofi yang telah menjadi ciri khas mereka.
Salah seorang pengunjung asal Kabupaten Sampang, Soleh, mengaku sengaja datang ke Sumenep hanya untuk menyaksikan penampilan Mega Remmeng dalam festival tahun ini.
“Saya memang datang ke Sumenep untuk melihat langsung penampilan Mega Remmeng. Sejak tahun lalu saya sudah mengidolakan grup ini. Aransemen lagunya selalu berbeda dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Soleh.
Ia berharap Mega Remmeng terus menghadirkan karya-karya terbaik bagi masyarakat dan pecinta musik tong-tong.
“Bagi saya, soal juara itu urusan dewan juri. Namun, Mega Remmeng selalu menjadi juara di hati penonton. Mereka punya ciri khas yang tidak dimiliki grup lain, baik dari dekorasi maupun aransemen musik dan lagunya,” tegas Soleh.
Penampilan Mega Remmeng dalam Festival Musik Tong-Tong 2026 kembali membuktikan bahwa kelompok seni tradisional asal ujung timur Madura tersebut tetap menjadi salah satu ikon budaya.
Mega Remmeng dinilai mampu menjaga eksistensi musik tong-tong sekaligus menghadirkan inovasi melalui karya-karya baru yang terus dinantikan masyarakat. (Red)


Komentar