|
Menu Close Menu

Seminar Transformasi Pelajar Gen-Z di Era Digital, Dorong Siswa SMK Al-Karimiyyah Jadi Cakap Digital dan Jurnalis Muda

Sabtu, 05 September 2026 | 22.15 WIB

Kegiatan Seminar SMK Al-Karimiyyah, Braji, Gapura Sumenep.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Sumenep— SMK Al-Karimiyyah, Braji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep menggelar seminar bertajuk “Transformasi Pelajar Gen-Z di Era Digital: Cakap Digital, Kritis dan Siap Berkarya” di Lab Komputer SMK Al-Karimiyyah, Sabtu (5/9/2026).


Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan dihadiri dewan guru. Seminar ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan peserta didik dalam menghadapi perkembangan dunia digital yang semakin pesat.


Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Moh. Syaiful Bahri, Penyuluh Informasi Publik Komdigi RI, dan Ach. Zainuddin, Sekretaris Jenderal Nasional PPMI.


Keduanya memberikan materi seputar kecakapan digital, jurnalistik, literasi, serta pentingnya menghasilkan karya di tengah perkembangan teknologi informasi.


Dalam sambutannya, Kepala SMK Al-Karimiyyah, Fendi Susanto, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan seminar tersebut.


Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk membekali siswa dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan zaman.


Ia menilai, kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman di bidang jurnalistik dan informasi publik dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk lebih kritis dalam menerima maupun menyampaikan informasi.


“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memberikan wawasan kepada siswa, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk generasi muda yang kritis, kreatif, dan cakap dalam mengolah serta menyampaikan informasi. Kami berharap dari kegiatan ini dapat lahir jurnalis-jurnalis muda yang berintegritas dan mampu berkarya di era digital,” ungkapnya.


Sementara itu, Moh. Syaiful Bahri dalam pemaparannya menekankan pentingnya kecakapan digital bagi generasi muda.


Menurutnya, menjadi generasi cakap digital tidak cukup hanya dengan mampu menggunakan perangkat teknologi. Kemampuan tersebut harus diiringi dengan berpikir kritis, memilah informasi, memahami etika bermedia, serta bertanggung jawab terhadap setiap konten yang diproduksi dan disebarluaskan.


Ia juga mendorong para siswa memanfaatkan ruang digital sebagai tempat belajar, berkreasi, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Materi kemudian dilanjutkan Ach. Zainuddin yang membahas dunia jurnalistik dan pentingnya literasi dalam membangun kemampuan berpikir serta menyampaikan gagasan.


Ia menjelaskan, jurnalistik dapat menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk mengasah keberanian, kemampuan menulis, kepekaan terhadap lingkungan sekitar, serta kemampuan menyampaikan informasi secara sistematis.


Zainuddin juga mendorong peserta didik tidak berhenti pada proses belajar, tetapi mulai meng-up karya melalui berbagai media yang tersedia, baik media digital maupun media publikasi lainnya.


Ia mengingatkan pentingnya budaya membaca dan menulis bagi siapa pun yang ingin berkembang.


Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Siti Sofa Riskianti, selaku guru Bahasa Indonesia SMK Al-Karimiyyah.


Ia menilai seminar tersebut menjadi wadah positif bagi siswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengembangkan keterampilan literasi.


“Transformasi menjadi hal yang penting dilakukan oleh generasi pelajar saat ini. Siswa tidak cukup hanya menguasai kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, beradaptasi dengan teknologi, serta berani menghasilkan karya,” tuturnya.


Menurutnya, pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan literasi, khususnya membaca, menulis, menyampaikan informasi, serta berpikir kritis.


Karena itu, kegiatan seperti seminar jurnalistik dan kecakapan digital dapat menjadi penguatan pembelajaran di luar kelas.


Senada dengan hal tersebut, Dita Nurmaulidia Rizal, selaku guru Bahasa Inggris, memandang transformasi kemampuan peserta didik penting dilakukan di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat.


“Kegiatan ini menjadi wadah yang sangat baik bagi siswa untuk mengenal dunia jurnalistik dan literasi digital secara lebih dekat. Tidak hanya mendengarkan materi, siswa juga mendapatkan motivasi untuk berani menulis, berkarya, dan mempublikasikan gagasannya melalui berbagai media,” ujarnya.


Seminar berlangsung dengan antusias. Para peserta mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan narasumber melalui sesi tanya jawab dan diskusi.


Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi pemantik lahirnya pelajar SMK Al-Karimiyyah yang cakap digital, kritis, literat, dan siap berkarya di era digital. (Red) 

Bagikan:

Komentar