|
Menu Close Menu

Tidar Jadi Wadah Anak Muda Belajar Politik, Dorong Generasi Muda Tak Apatis

Sabtu, 05 September 2026 | 22.11 WIB

Ketua Bidang Komunikasi dan Digital (Komdigi) Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (PD Tidar) Jawa Timur Ryan Devananda.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Mojokerto – Generasi muda dinilai perlu semakin melek politik dan tidak apatis terhadap perkembangan politik, baik di tingkat nasional maupun daerah. Anak muda juga memiliki ruang yang luas untuk belajar sekaligus terlibat dalam pembangunan bangsa.


Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Komunikasi dan Digital (Komdigi) Pengurus Daerah Tunas Indonesia Raya (PD Tidar) Jawa Timur Ryan Devananda saat memberikan materi tentang ke-Gerindra-an dan ke-Tidar-an dalam kegiatan Tunas 1 dan 2 yang digelar PC Tidar Mojokerto di Warung Rakyat Mojokerto, Sabtu (5/9/2026).


Bro Ryan mengatakan, organisasi sayap kepemudaan partai politik dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengenal dan mempelajari politik secara lebih luas. Salah satunya melalui Tidar yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra.


Dalam kegiatan tersebut, Bro Ryan memaparkan sejarah berdirinya Partai Gerindra yang dideklarasikan pada 6 Februari 2008. Menurutnya, Partai Gerindra lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa dan persoalan kesejahteraan masyarakat.


“Partai Gerindra lahir untuk mengangkat rakyat dari jeratan kemelaratan akibat permainan orang-orang yang tidak peduli pada kesejahteraan,” ujarnya.


Bro Ryan juga menjelaskan sejumlah manifesto Partai Gerindra yang meliputi jati diri partai, visi dan misi, prinsip-prinsip, hingga pokok-pokok perjuangan partai.


Tak hanya sejarah, ia turut memaparkan perjalanan politik Partai Gerindra sejak Pemilu 2009 hingga 2024. Dia menyebut, perolehan kursi Gerindra di DPR RI menunjukkan tren peningkatan dalam setiap periode pemilu.


“Pada 2009 memperoleh suara 4,5 persen atau 26 kursi dan berada di posisi kedelapan dari sembilan fraksi DPR RI. Kemudian pada 2014 memperoleh 73 kursi atau 11,8 persen dan berada di posisi ketiga dari 10 fraksi,” jelas Bro Ryan.


Perolehan tersebut kembali meningkat pada Pemilu 2019 dan 2024. Pada 2019, Partai Gerindra memperoleh 78 kursi atau 13,5 persen.


Sementara pada Pemilu 2024, partai tersebut meraih 86 kursi atau 13,2 persen dan tetap berada di posisi ketiga dari 10 fraksi DPR RI.


Staff Ahli Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu juga menyinggung keberhasilan Partai Gerindra mengantarkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2024-2029.


“Partai Gerindra berhasil memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029 dengan total 98.214.691 suara atau 58 persen,” katanya.


Menurut Bro Ryan, Partai Gerindra juga memiliki sejumlah organisasi sayap yang menjadi wadah untuk mengakomodasi aspirasi dari berbagai kelompok masyarakat.


Terdapat tujuh organisasi sayap yang disebut Bro Ryan, yakni Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera), Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Gerakan Muslim Indonesia Raya (GEMIRA), Tunas Indonesia Raya (Tidar), dan Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria).


Khusus Tidar, Bro Ryan menilai organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi anak muda yang ingin belajar politik sekaligus mengambil peran dalam pembangunan bangsa.


“Tidar merupakan jawaban bagi anak muda yang ingin belajar politik lebih leluasa serta ikut dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” ungkap politikus muda Partai Gerindra tersebut.


Bro Ryan menambahkan, Tidar memiliki filosofi lima cinta yang menjadi karakter sekaligus landasan kader muda dalam menjalankan organisasi. Filosofi tersebut dikenal dengan salam lima cinta.


“Filosofi lima cinta ini menjadi bagian dari karakteristik Tidar, yaitu pribadi yang bersyukur, menghargai sesama, terus belajar, menjunjung kesantunan, dan menjaga Indonesia,” pungkasnya. (Red) 

Bagikan:

Komentar