![]() |
| Eni Nova saat jualan minuman di Kedai Biru Onty di Jalan Trunojoyo Nomor 69, Pejagan, Bangkalan. (Dok/Rifka) |
Nova mendapat bantuan Pemberdayaan Ekonomi Super Mikro dari Yayasan Gerakan Dualima Indonesia atau G25 Indonesia. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk barang, bukan uang, mulai dari rombong kontainer, peralatan usaha, bahan minuman, sejumlah sembako, hingga banner untuk berjualan.
Kesempatan untuk memiliki tempat usaha juga datang dari Bu Hajah Andriani Sugiharti, pemilik ruko yang menjadi lokasi Kedai Biru Onty. Nova mendapat tempat tersebut tanpa harus membayar sewa.
Kedai Biru Onty mulai beroperasi pada 1 Oktober 2026. Dalam menjalankan usaha tersebut, Nova dibantu oleh anaknya.
Nova berdomisili di Jalan Trunojoyo Nomor 1, Bangkalan. Sementara Kedai Biru Onty berlokasi di Jalan Trunojoyo Nomor 69, Pejagan, Bangkalan.
Kedai tersebut menyediakan berbagai pilihan makanan dan minuman. Usaha itu buka setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIB, kecuali Minggu.
Sebelum membuka kedai, Nova tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia sebelumnya sempat menjalankan usaha laundry, sebelum akhirnya memutuskan beralih ke usaha makanan dan minuman.
Kesempatan tersebut bermula ketika ibu Nova memperoleh informasi mengenai program bantuan dari komunitas G25 Indonesia. Karena usia sang ibu sudah lanjut, bantuan usaha tersebut kemudian dialihkan kepada Nova.
Sebagai seorang ibu yang memiliki enam anak dan tidak memiliki suami, bantuan tersebut menjadi kesempatan bagi Nova untuk kembali memiliki penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Komunitas berinisiatif untuk memberikan bantuan usaha ini untuk kebutuhan saya sehari-hari,” ujar Nova, Kamis (8/10/2026).
Sebelum mendapatkan bantuan, Nova terlebih dahulu mengikuti proses survei dan tanya jawab. Ia ditanya mengenai minat usaha hingga kesiapannya untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Kalau sebelum mendapatkan bantuan saya tidak bekerja. Usaha ada tetapi laundry, jadi saya banting stir ke makanan,” katanya.
Menurut Nova, bantuan tersebut memberikan perubahan berarti dalam kehidupannya. Meski baru berjalan sekitar satu minggu, Kedai Biru Onty sudah mulai menghasilkan pemasukan.
Dalam sehari, Nova bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp100 ribu lebih. Ketika kondisi kedai sedang sepi, pendapatannya berada di kisaran Rp90 ribu per hari.
Penghasilan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Di antaranya untuk memberikan uang saku kepada tiga anaknya yang masih bersekolah serta membeli token listrik.
Sebagian pendapatan lainnya disisihkan untuk kembali menjadi modal usaha. Dengan begitu, Nova berusaha menjaga agar roda usahanya tetap berjalan.
“Besar banget, dari saya yang tidak mempunyai pemasukan sampai pada akhirnya untuk kebutuhan tertutupi,” ujarnya.
Sebagai usaha yang masih tergolong baru, Nova menyadari dirinya harus bekerja lebih keras untuk menarik konsumen. Ia pun melakukan promosi melalui WhatsApp, TikTok, maupun secara langsung kepada masyarakat sekitar.
Ke depan, Nova berencana menambah pilihan menu dan meningkatkan jumlah pelanggan. Ia berharap makanan dan minuman yang dijual di Kedai Biru Onty dapat diterima dan disukai masyarakat.
“Harapan saya ke depannya kedai saya terus berjalan, tidak sampai tutup,” pungkasnya.
Sebelumnya, ibu Nova juga telah menerima bantuan paket sembako dan kebutuhan sehari-hari dari G25 Indonesia. Tidak hanya itu, anak-anak Nova yang masih bersekolah turut mendapatkan bantuan pendidikan berupa seragam yang dibutuhkan serta alat tulis kantor (ATK).
Bagi Nova, bantuan tersebut bukan sekadar modal untuk membuka kedai. Bantuan itu menjadi jalan baginya untuk kembali berpenghasilan dan berjuang memenuhi kebutuhan enam anaknya.(rif)


Komentar