|
Menu Close Menu

Sumur Warga Mengering, UNEJ dan KAUJE Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Tulungagung

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20.51 WIB

 

UNEJ dan KAUJE menyalurkan bantuan air bersih di Tulungagung.(Dok/Istimewa). 
Lensajatim.id, Tulungagung – Kemarau panjang yang memicu kekeringan dan mengeringnya sumur warga mendorong Universitas Jember (UNEJ) bersama Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Koordinator Daerah (Korda) Tulungagung menyalurkan bantuan air bersih ke Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Rabu (28/10/2026).


Dalam kegiatan bakti sosial memperingati Dies Natalis ke-62 UNEJ tersebut, sebanyak empat tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter disalurkan kepada warga. Selain itu, bantuan juga mencakup 75 galon air minum yang siap dikonsumsi.


Kegiatan ini turut bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang.


Pembantu Rektor II UNEJ, Prof. Sri Hermawati, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.


“Kegiatan berbagi air bersih adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya di usia Dies Natalis ke-62 ini. UNEJ ingin kehadirannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.


Menurut Sri Hermawati, aksi kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan di Tulungagung. UNEJ bersama KAUJE melalui sejumlah koordinator daerah di Jawa Timur juga telah menyalurkan bantuan air bersih dengan total mencapai ratusan ribu liter, disertai ratusan galon air minum bermerek.


Bantuan tersebut menyasar desa-desa yang mengalami kekeringan akibat kemarau panjang, di antaranya Tulungagung, Trenggalek, Bojonegoro, Nganjuk, dan Pasuruan.


Ketua KAUJE Korda Tulungagung, Suprihno, mengatakan penyaluran air bersih dan air minum siap konsumsi di Desa Besuki merupakan bentuk solidaritas sekaligus kepedulian terhadap warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.


“Bantuan air bersih bagi saudara-saudara kita di Desa Besuki sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian dari kami. Semoga dapat bermanfaat di tengah masih keringnya sumur-sumur warga,” paparnya.


Ia berharap bantuan dari UNEJ dan KAUJE Korda Tulungagung tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menambah semangat warga dalam menjalankan aktivitas di tengah kondisi kekeringan.


“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Semoga bantuan kami dapat memberi spirit bagi warga Desa Besuki untuk terus beraktifitas,” tuturnya.


Manfaat bantuan itu dirasakan langsung oleh warga setempat. Rusiyah, warga Dusun Tumpuk RT 4 RW 1, Desa Besuki, menyambut gembira penyaluran air bersih dan air minum tersebut.


“Terima kasih UNEJ dan KAUJE. Ini sangat membantu kami,” ujarnya.


Rusiyah menjelaskan, selama musim kemarau, warga setempat hanya mengandalkan sumur di area persawahan yang debit airnya semakin minim dan kondisinya kotor. Situasi tersebut membuat pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari menjadi semakin sulit.


Karena itu, bantuan air bersih dan air minum siap konsumsi dinilai sangat membantu masyarakat, terutama ketika sumber air yang biasa digunakan warga tidak lagi memadai.


“Jadi dengan bantuan ini sangat terbantu. Apalagi ada bantuan air galon yang langsung dapat diminum,” pungkasnya.


Melalui kolaborasi ini, UNEJ dan KAUJE berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan kesulitan warga Desa Besuki sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dampak kekeringan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UNEJ untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dalam momentum Dies Natalis ke-62. (Red) 

Bagikan:

Komentar