![]() |
| DPRKP Kabupaten Pamekasan saat melakukan sosialisasi rencana pembangunan infrastruktur jalan lingkungan, sanitasi, dan perumahan di Kecamatan Proppo.(Dok/Istimewa). |
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPRKPP Pamekasan Andi Ali Syahbana mengatakan, sosialisasi tersebut dilakukan sebelum program pembangunan dimulai untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
“Tujuannya adalah sebelum program pembangunan itu dimulai, kita menyosialisasikan kepada kepala desa, kepada kecamatan, supaya pembangunan ini berjalan dengan baik,” katanya.
Andi menjelaskan, besaran anggaran untuk program tersebut masih menunggu perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) sehingga belum dapat disampaikan secara rinci.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut akan tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di Pamekasan. Bahkan, seluruh kecamatan dipastikan mendapatkan pembangunan lingkungan.
“Lokasinya tersebar di beberapa desa dan di beberapa kecamatan. Saya rasa di semua kecamatan ada pembangunan itu,” ujarnya.
Dia memperkirakan pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada akhir Oktober 2026 dan berlangsung hingga Desember 2026.
Andi menuturkan, sosialisasi juga bertujuan meminimalkan persoalan di lapangan serta memastikan pembangunan tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, kepala desa turut memiliki kewenangan untuk memantau pembangunan dengan didampingi camat sebagai koordinator wilayah.
Dia menyebutkan, program pembangunan tersebut tidak lepas dari usulan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), hasil reses anggota DPRD, serta prioritas pembangunan yang ditetapkan Bupati Pamekasan.
Untuk pembangunan sanitasi, lanjut Andi, programnya tidak hanya berkaitan dengan satu jenis infrastruktur. Di antaranya mencakup drainase, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Sementara untuk jalan lingkungan, pembangunan dapat berupa pavingisasi maupun perbaikan dan peningkatan jalan.
Camat Proppo Dwi Norkholis Ikhwan mengatakan, kondisi jalan lingkungan di wilayahnya masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.
“Kalau jalan yang bagus itu masih di jalan poros. Tapi jalan-jalan yang masuk ke jalur desa, jalan desa, jalan lingkungan itu masih banyak yang belum layak atau sudah kurang bagus,” katanya.
Menurut Irwan, keluhan terkait kondisi infrastruktur tersebut cukup sering disampaikan masyarakat, baik melalui media sosial maupun secara langsung kepadanya.
Dari tiga sektor yang disosialisasikan, Irwan menyebut jalan lingkungan menjadi infrastruktur yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
“Jalan,” tegasnya.
Dia menilai pembangunan infrastruktur sangat penting karena berkaitan dengan perekonomian, transportasi, pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Irwan berharap pembangunan di Kecamatan Proppo dapat dilakukan secara merata dan tidak hanya terfokus pada satu wilayah.
“Harapan saya untuk kepala desa itu menjadi tahu, sehingga desa yang biasa tidak dapat bantuan akhirnya tahu dan tergerak untuk mengajukan infrastruktur di desanya melalui kecamatan dan DPRKPP sehingga pembangunan di desa itu bisa merata,” pungkasnya.(red)


Komentar