![]() |
| Kegiatan Haul Majemuk Masyayikh se-Kecamatan Lenteng PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng.(Dok/Istimewa). |
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan sekaligus mendoakan para ulama yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam serta pembentukan kultur dan tradisi religius masyarakat Kecamatan Lenteng.
Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Lenteng, Musyfiqurrohman, mengatakan, penyelenggaraan Haul Majemuk merupakan bentuk penghormatan dan bakti kepada para masyayikh yang telah meletakkan fondasi kehidupan keagamaan masyarakat Lenteng.
“Haul ini sebagai bakti kami kepada masyayikh yang telah mengenalkan Islam dan NU sehingga terbentuk kultur dan budaya religius di Lenteng,” ungkapnya.
Menurut Musyfiq, kegiatan tersebut juga menjadi ikhtiar untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan ulama terdahulu. Dengan demikian, nilai-nilai perjuangan dan keteladanan mereka tetap terpelihara serta menjadi pedoman bagi generasi penerus.
Inisiatif PAC GP Ansor Lenteng itu mendapat apresiasi dari Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Lenteng, Ahmad Bahrur Rosi.
Ia menilai Haul Majemuk merupakan gagasan positif yang belum pernah diselenggarakan sebelumnya oleh badan otonom NU di Kecamatan Lenteng.
“Ini adalah ide dan inisiatif yang bagus dari PAC Ansor Lenteng. Kami sangat bangga, karena Ansor Lenteng tidak hanya melaksanakan kegiatan sosial, tetapi juga kegiatan keagamaan yang merupakan ruh dari gerakan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumenep, KH Qumri Rahman, mengingatkan pentingnya menjaga semangat kader dalam menghadirkan berbagai kegiatan positif untuk menghidupkan organisasi.
Ia juga berpesan agar seluruh kader GP Ansor senantiasa menjadikan para masyayikh sebagai panutan dalam setiap langkah dan aktivitas organisasi.
“Semoga kegiatan ini dapat mengetuk pintu berkah dari masyayikh yang telah dihauli dan PAC GP Ansor Lenteng semakin solid,” tuturnya.
Haul Majemuk tersebut menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah yang juga menantu Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Moh Shalahuddin A Warits atau Ra Mamak, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, Ra Mamak mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumenep memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurutnya, daerah berjuluk Kota Keris tersebut telah melahirkan banyak tokoh yang turut berperan dalam proses berdirinya negara Indonesia.
“Karena, Sumenep banyak melahirkan tokoh yang menjadi penentu dalam berdirinya negara ini,” terangnya.
Ansor Beri Penghargaan kepada Tokoh Filantropi
Tidak hanya menjadi ruang penguatan tradisi keagamaan, Haul Majemuk juga dimanfaatkan PAC GP Ansor Lenteng untuk memberikan apresiasi kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, PAC GP Ansor Lenteng menganugerahkan penghargaan Tokoh Inspiratif kepada CEO Haswal Group, H Ghufron, atas kiprahnya dalam kegiatan sosial dan filantropi di Kecamatan Lenteng.
Musyfiqurrohman menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi H Ghufron melalui Program Satu Desa Satu Rumah serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Banyak orang kaya dan bergelimang harta di Lenteng, tapi tidak berani dermawan seperti beliau. Beliau sudah memberikan rumah dan bantuan lainnya kepada masyarakat. Maka, sudah selayaknya kita menganugerahkan beliau sebagai tokoh inspiratif,” katanya.
Lebih lanjut, Musyfiq menyampaikan bahwa Program Satu Desa Satu Rumah direncanakan mengalami perluasan cakupan pada tahun mendatang.
Program yang selama ini menyasar masyarakat di tingkat desa tersebut bahkan akan dikembangkan menjadi Satu Kecamatan Satu Rumah di seluruh kecamatan daratan Kabupaten Sumenep.
“Tahun depan, penerima manfaat program akan semakin luas dan bantuan itu akan berubah menjadi Satu Kecamatan Satu Rumah,” tambahnya.
CEO Haswal Group, H Ghufron, menyambut baik penyelenggaraan Haul Majemuk yang digagas PAC GP Ansor Lenteng.
Ia berharap kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam doa bersama untuk para ulama tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan.
“Kami sangat mendukung dan bersedia berkolaborasi apabila kegiatan ini dijadikan agenda tahunan. Kami mengajak dan mendorong Ansor Lenteng untuk mengadakan kegiatan positif lainnya,” pungkasnya.
Salurkan Bantuan dan Hidupkan Tradisi Lokal
Kepedulian sosial juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama, PAC GP Ansor Lenteng menyalurkan bantuan pemberdayaan anak yatim yang berasal dari Haswal Group dan BMT NU Lenteng.
Selain itu, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang sejumlah perlombaan tradisional yang telah diselenggarakan sebelumnya, yakni balbudih, tarik tambang, dan domino.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan upaya Ansor Lenteng memadukan penguatan tradisi keagamaan, pelestarian budaya lokal, penghargaan terhadap tokoh masyarakat, serta kepedulian sosial.
Melalui Haul Majemuk Masyayikh, PAC GP Ansor Lenteng berharap tradisi mendoakan dan mengenang jasa para ulama terus terjaga. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan semakin mempererat persaudaraan dan menumbuhkan semangat berbagi serta kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat. (Sid)


Komentar