> Penguatan Tashwirul Afkar, Muzammil Syafi'i Dorong NU Sumenep Dirikan Perguruan Tinggi NU
|
Menu Close Menu

Penguatan Tashwirul Afkar, Muzammil Syafi'i Dorong NU Sumenep Dirikan Perguruan Tinggi NU

Kamis, 29 Oktober 2020 | 11.01 WIB

Muzammil Syafi'i, Ketua MA IPNU Jatim saat menjadi Keynote Speaker pada Pelantikan IPNU-IPPNU Cabang Sumenep


lensajatim id Sumenep-Ketua Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)  Provinsi Jawa Timur Muzammil Syafii mendorong Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Sumenep untuk mendirikan Kampus atau Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama. 


Dorongan tersebut disampaikan saat menjadi Keynote Speaker pada acara Pelantikan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sumenep. (20/10/2020).


" Saya dorong Sumenep tahun depan untuk membentuk Kampus NU hal dalam rangka penguatan Tashwirul Afkar,” tukas Muzammil. 


Menurut anggota Komisi A DPRD Jatim ini, PBNU telah mendirikan Perguruan tinggi tidak kurang sebanyak 300 Perguruan tinggi. sebab tanpa penguatan Tashwirul Afkar.”Nonsen NU itu akan berkembang  dengan baik,” tegasnya


Selain bidang pendidikan, berdasarkan data provinsi Jawa Timur perkembangan pertumbuhan ekonomi minus 5,3 tentu bagiamana hal bisa segara diatasi oleh Jamiyah Nahdlatul Ulama. “Bagaimana NU menjawab persoalan ekonomi melalui kemandirian ekonomi warga NU,” tandas Mantan Wakil Bupati Pasuruan ini.


Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jatim ini juga meminta  para kader IPNU-IPPNU untuk menunjukkan jati dirinya. Dalam pepatah arab dikatakan bahwa pemuda itu bukan siapa ayah (nasab) tetapi siapa dirinya (Kualitas)  oleh sebab itu para kader untuk terus berbenah dalam hal Tashwirul Afkar.


“Kalian harus menyusun program-program  keummatan apalagi setelah mengucapkan takbiratul ihram tetapi tidak ada langkah,” ungkap Muzammil.


Para kader diingatkan untuk beradaptasi dengan suasana New normal. Disisi lain,  pemuda itu harus menonjolkan kualitas melalui organisasi ke pelajaran. Jelang kebangkitan Nahdlatul Ulama yang kedua, tentu ada tiga pokok dalam kebangkitan NU pertama, Nahdatul Wathan  (kebangkitan Bangsa) dan Tashwirul Afkar (pemikiran) dan kebangkitan ekonomi. “Tiga pokok ini sebelum NU berdiri,” pungkasnya. (Had)


Bagikan:

Komentar