> Nahdlatul Ulama (NU) di Usia ke-95 Tahun
|
Menu Close Menu

Nahdlatul Ulama (NU) di Usia ke-95 Tahun

Rabu, 20 Januari 2021 | 16.14 WIB






Oleh : DR. H. Muhammad Hasan Syafi'i, M.Ag


Nadlatul Ulama atau yang disingkat dengan NU adalah Organisasi terbesar  di dunia  yang didirikan oleh para Wali Allah  sudah Berusia hampir  satu abad. Di usia tersebut  NU sungguh cukup memberikan pengalaman berharga untuk terus mengibarkan semangat kebaikan dan perbaikan bagi bangsa dan negara.


Setidaknya, ada  dua aspek  yang  menjadi garapan utama NU ;  1.  Menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) dan  2. Meneguhkan komitmen kebangsaan merupakan tugas berat tapi mulia.


Dalam hal penyebaran faham aswaja, NU dihadapkan pada dua faktor internal dan internal. Secara internal perlunya terus memacu diri meningkatkan kualitas SDM  dan  secara eksternal berhadapan dengan liberalisme, kapitalisme, ekstrimisme, radikalisme, dan zionisme.


Sisi lain dalam hal menjaga komitmen kebangsaan berhadapam dengan kelompok yang ingin memaksakan kehendak tegaknya khilafah, gerakan separatis OPM, dan menurunnya keteladanan dalam mengamalkan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 baik penyebaran aswaja maupun menjaga komitmen kebangsaan sebagaimana amanat sumpah pemuda dan 4 pilar kebangsaan.


Tantangan pandemi Covid-19 serta bencana alam dan beban piutang negara serta menurunnya tingkat kesejahteraan berbaur dengan berita hoax merupakan sederetan pekerjaan rumah lainnya bagi NU menjelang satu abad ini.


Wafatnya tokoh ulama NU (belakangan ini) juga tantangan tersendiri sebagai publik figur simbol aktor aswaja.


Tawaran solutifnya sedikitnya ada dua aspek ; pertama , pembenahan terus menerus manajemen organisasi, penguatan lembaga pondok pesantren , ekonomi dan lembaga pendidikan Ma’arif . 


Kedua,  penguatan idiologi  dan pemahaman islam wasatiyah  sebab pemahaman yang  keliru tentang islam seperti  faham radical , liberal , ifrod dan  tafrid  hanya akan mengantarkan  kehacuran berbangsa dan bernegara. Wallahu A’lam bishshowab . Kemayoran bangkalan. 


Penulis adalah Ketua MWC NU Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur 




Bagikan:

Komentar